HETANEWS

Pengelola Kegiatan Fisik di Dinas PPKAD Simalungun Diduga Perusahaan Milik JR Saragih

Proses pembangunan kantor UPT DPPKA Simalungun. (foto : Zai Sinaga)

Simalungun, hetanews.com - CV Onmada selaku pengelola kegiatan fisik di Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Simalungun diduga perusahaan milik Bupati JR Saragih, sehingga tidak tertera nama pimpinan maupun alamat perusahaan pada plank proyek.

Seperti dipelaksanaan pengecatan gedung kantor DPPKA di komplek perkantoran Bupati Simalungun, Pematang Raya dan pembangunan gedung baru sebagai gedung kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) DPPKA di Jalan Asahan komplek Cadika, Kecamatan Siantar, persis di atas lahan milik Partuha Maujana.

Amatan di lokasi, Senin (6/6/2016), tertera pada plank proyek CV Onmada yakni pembangunan gedung kantor UPT DPPKA Kecamatan Siantar. Sumber dana kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2016 senilai Rp 199.726.600, dengan nomor kontrak 027/I/IV/PPK-DPPKA/2016 tanpa tertera nama pimpinan dan alamat perusahaan.

Selain tak transparannya Pemkab Simalungun dalam mengelola keuangan yang bersumber keuangan daerah, pembangunan gedung kantor UPT DPPKA berukuran sekira 4 x 6 meter itu ditemui banyak kejanggalan dan bermuatan mark-up anggaran.

Di mana material tanah timbunan sebagai pekerasan lantai digunakan tanah biasa. Sementara lazim, tanah timbunan pada bangunan pemerintah yakni tanah urug. Parah lagi, semen yang digunakan untuk bahan perekat pasangan batu merah sebagai dinding yakni semen Holcim.

Plank proyek CV Onmada. (foto: Zai Sinaga)

Sebelumnya, Bino warga Kisaran, salah satu pekerja di pengecatan gedung kantor DPPKA Kabupaten Simalungun senilai Rp 200 juta dari APBD 2016 menyatakan, CV Onmada hanyalah sebatas kontraktor.

“CV Onmada hanya kontraktor pada kegiatan ini, pemborong kegiatan yakni Wargiman. Alamatnya kami tak pasti, sebab kami berkerja di sini melalui pemborong dari Kisaran. Jadi kita tak tau pemilik CV Onmada dan alamat kantornya," tukas Bino saat itu.

Menurutnya, pengecatan gedung kantor DPPKA menggunakan cat air Vinilek dan cat minyak merek Super untuk mengecat kosen pintu maupun jendela. “Material catnya kedua jenis itu, kami sudah sebulan berkerja dan tinggal dalam kantor sebagai base camp pemondokan dan penyimpanan alat - alat kerja,” ungkapnya.

Sekretaris DPPKA Kabupaten Simalungun, Jasman Saragih (Munthe) yang dicoba dimintai keterangan terkait kedua kegiatan ini melalui telepon selulernya tidak bersedia walau nada panggilnya aktif. Melalui pesan singkatnya, Jasman menyarankan untuk mengkonfirmasi pada Kepala Dinas (Kadis). “Langsung aja ke Kadis lae,” tulisnya.

Ironisnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPPKA, Mixnon Andreas Simamora, melalui telepon selulernya menuturkan, dirinya baru saja menjabat. Dia juga menyarankan agar menanyakan hal itu pada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Saya baru menjabat, coba tanya saja kepada PPK nya,” tukas mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Simalungun itu.

Penulis: zai. Editor: aan.