HETANEWS.COM

Usai Operasi Patuh Toba, Sidang Tilang di PN Siantar Membludak

Pelanggar lalu lintas yang membludak saat akan mengikuti sidang tilang di PN Siantar. (foto : Armeindo Sinaga)

Siantar, hetanews.com - Pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2016 yang digelar Polresta Siantar telah usai dilaksanakan yang dimulai sejak 16-29 Mei 2016 lalu.

Operasi patuh ini adalah kebijakan dari Polri untuk seluruh jajaran Kepolisian di seluruh Indonesia yang bertujuan menindak para pengemudi baik itu roda dua dan roda empat lebih yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas.

Data yang diperoleh dari Satlantas Polresta Siantar, diketahui bahwa dalam operasi patuh tersebut tercatat sebanyak 1.500 pelanggaran dengan sebanyak 1.336 kendaraan bermotor maupun mobil diberi tindakan langsung (tilang).

Tercatat 1.334 barang bukti yang disita (GAR) yang terdiri dari 597 lembar Surat Ijin Mengemudi (SIM), 587 lembar Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan150 kendaraan mobil maupun motor. Dan tercatat sebanyak 739 pengendara tanpa SIM. (Baca: Hasil Ops Patuh 2016 Lantas Polresta Siantar Ada 1.500 Pelanggaran).

Dan untuk mempertanggung jawabkan kesalahannya dalam berlalu lintas, para pelanggar diwajibkan untuk mengikuti sidang di Pengadilan Negeri (PN) Siantar. Dalam operasi patuh itu, Polresta Siantar bekerja sama dengan PN Siantar, Kejaksaan Negeri (Kejari) dan pihak BRI menggelar sidang tilang di tempat pada Jumat (27/5/2016) lalu. (Baca: Warga Senang Sidang Tilang di Tempat, Kok Bisa?).

Sementara itu, dalam sidang tilang di PN Siantar pada Jumat (3/6/2016), tampak masyarakat membludak saat akan mengikuti sidang tersebut. Karena membludaknya, pihak PN Siantar sampai membagi dua sidang tersebut.

"Ada 544 pelanggaran di sidang tilang ini. Jadi dibagi dua lah dibuat ruangannya agar bisa cepat," ujar salah seorang pegawai PN Siantar.

Amatan di ruang sidang I, hakim Risbarita Simarangkir memimpin jalannya sidang. Ruang ini dikhususkan untuk pelanggar yang SIM-nya ditahan. Sementara itu, di dalam ruang sidang II dikhususkan untuk pelanggar yang STNK nya ditilang dan dipimpin hakim Maria Sitinjak.

"Jefri Sirait, STNK ditilang karena tidak memiliki SIM. Kalau hilang SIM nya, ya nanti diurus SIM nya ya. Jangan diulangi lagi kesalahannya. Silahkan membayar denda Rp 50 ribu dan biaya perkara sebesar Rp 1.000,” ujar hakim Maria.

Karena membludaknya para pelanggar lalu lintas, hingga pukul 12.00 WIB, ruang sidang masih dipenuhi para pelanggar yang ingin mengikuti sidang tilang.

Penulis: ndo. Editor: aan.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!