Tobasa, hetanews.com - Sejumlah masyarakat Kecamatan Uluan, mempertanyakan dana BOS TA 2014 yang dikelola Kepala Sekolah Lisbet Siregar karena ada dugaan penggelapan dana BOS di sekolah itu.

Pernyataan ini dilontarkan oleh sejumlah narasumber yang tidak bersedia namanya disebutkan, setelah lebih dulu menelisik kinerja kasek yang dikenal arogan dan alergi media ini.

Menurut para narasumber, pengelolaan dana bos yang diluar dugaan ternyata banyak temuan. Seperti halnya dana perpustakaan tahun 2014, Lisbet menganggarkan dana sekitar Rp 18 juta, akan tetapi ketika dicek tidak ada buku diperpustakaan TA 2014.

"Janganlah dia sebagai Kasek memakai uang dana BOS itu sesuka hatinya demi memperkaya diri sendiri, sebab dana BOS itu adalah hak siswa/i untuk mewujudkan generasi yang berkualitas,bukan untuk menggendutkan rekening kepala sekolah,"sebutnya.

Pantauan wartawan dilapangan, buku perpustakaan tahun 2014 tidak ada, bahkan sejak tahun 2011 buku diperpustakaan sangat minim. Kemudian, RKAS tidak ditempelkan dipapan informasi, saat ditanyakan seputar RKAS, Kasek ini mengatakan dirinya menyimpannya dilaci dan tidak bisa dilihat oleh media.

Ditanya terkait buku perpustakaan dari tahun 2011 hingga 2015,  Lisbet mengatakan buku itu diberikan pada siswa/i untuk pegangan dibawa pulang kerumah masing-masing, sedangkan pengelolaan RKAS yang terkesan tertutup Lisbet mengaku memang itulah kelemahannya.

"Buku buku perpustakaan memang sedikit di perpustakaan karena saya suruh dibawa pulang  sama siswa/i,sedangkan tentang transparansi pengelolaan dana BOS saya sering lupa akan hal itu," jawabnya .

Sementara perpustakaan mereka masih dalam ruangan kelas, bukan khusus ruangan perpustakaan. Kemudian, ada ditemukan sebuah ruangan yang dibangun dengan uang negara, namun ditemukan tempat sampah