HETANEWS

Pemusnahan Bawang Ilegal di Asahan Disinyalir Dimanipulasi

Kepala Seksi Operasional Stasiun Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan Ahmad Rizal Nasution saat melemparkan bawang sitaan beserta setapnya. (foto : Heru Sihotang)

Asahan, hetanews.com - Pemusnahan bawang ilegal sitaan hasil penindakan Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Asahan oleh Stasiun Karantina Pertanian Tanjung Balai - Asahan di halaman belakang Polres Asahan, Kisaran Rabu (1/6/2016) disinyalir dimanipulasi.

Jumlah bawang yang akan dimusnahkan ditaksir tidak cukup 31 ton. Barang sitaan yang terdiri dari bawang sebanyak 31 ton. "Secara kasat mata saja sudah kelihatan kalau jumlahnya tak cukup 31 ton," kata Azhar, salah seorang wartawan.

Memberi keterangan usai pemusnahan, Kepala Seksi Operasional Stasiun Karantina Pertanian Tanjung Balai – Asahan, Ahmad Rizal Nasution membantah bahwa jumlah bawang yang dimusnahkan tidak mencukupi sebanyak 31 ton. "Itu (bawang) 31 ton, ada 3.511 karung," ujarnya.

Pemusnahan bawang ilegal dengan cara dibakar. (foto: Heru Sihotang)

Ahmad menuturkan, bahwa barang sitaan itu merupakan hasil penindakan Polres Asahan dari mulai bulan Januari - Mei. Selain memusnahkan bawang, daging dan buah turut dimusnahkan.

Bahkan ketidaksingkronan jumlah bawang yang dibacakan protokol juga  tidak sesuai dengan jumlah yang diakui oleh  Rizal.  Protokol membacakan  jumlah bawang yang dimusnahkan sebanyakl 37,250 kilogram (37 ton). Sementara  Rizal mengatakan 31 ton kepada awak media saat dikonfirmasi.

Dalam pidatonya , Waka Polres Asahan Kompol Dorma Purba mengatakan, pemusnahan barang sitaan itu merupakan kewenangan Stasiun Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan. "Itu sudah tugas dan hak  Karantina. Kita (Polres) hanya mendampingi dan meyediakan tempat sesuai permintaan pihak karantina,” paparnya.

Pemusnahan barang sitaan, bawang, daging dan buah dilakukan dengan cara dibakar di dalam lobang dengan volume sekitar 36 meter kubik (8 x 3 x 3) yang telah disiapkan. Kemudian lobang pembakaran ditutup dengan tanah galian menggunakan excavator (beko).

Pembacaan pidatonya , Rizal berharap kerjasama antara Polres Asahan dengan Stasiun Karantina Pertanian Tanjung Balai tidak hanya sebatas pemusnahan barang bukti. "Kami harap, kerjasama ini tidak hanya sebatas pemusnahan saja. Penindakan terhadap pelaku penyelundupan sehingga memberikan efek jera kepada pelaku penyelundupan,” sebutnya.

Pemusnahan juga disaksikan perwakilan dari Kejaksaan Negeri (Kejari), Pengadilan Negeri (PN) Kisaran, Bea Cukai Tanjung Balai - Asahan dan Polres Asahan yang turut menanda tangani di berita acara.

Penulis: heru. Editor: aan.