HETANEWS

Diskanter Simalungun Belum Peroleh Data Pemilik KJA Liar

Sekretaris Diskanter Kabupaten Simalungun, Syafaruddin Ompungsunggu. (foto : Hardi Daulay)

Simalungun, hetanews.com - Walaupun keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) liar sudah beraktifas tahunan, ternyata pihak Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanter)  Simalungun belum memiliki data keselurhan siapa pemilik KJA tersebut.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Diskanter Kabupaten Simalungun, Syafaruddin Ompungsunggu, kepada jetanews, Selasa (31/5/2016).

Dikatakan Syafaruddin, untuk saat ini KJA yang ada di sekitar perairan Haranggaol Horison ada lebih dari 6.000 unit. Dari data yang telah diterima melalui pendataan saat ini, masih sekitar 105 orang pemilik.

“Itu belum keseluruhan pemilik yang di data pada kawasan Haranggaol Horison. Kita masih mendatanya,” ujar Syafaruddin.

Saat disinggung bahwa hanya sekitaran kawasan Haranggaol Horison yang terdapat KJA liar, tetapi di sekitaran Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Syafaruddin juga membenarkan hal itu. “Di sana banyak juga KJA liar, tetapi kita belum mendatanya ada berapa dan milik siapa,” ungkapnya.

Disinggung terkait rencana penertiban, Syafaruddin mengatakan, sampai saat ini pihak mereka masih menungung Peraturan Presiden (Perpres) terkait Badan Otorita Danau Toba. “Kita menunggu Perpres dan arahan Bupati. Namun, untuk dis ekitaran Haranggaol ada daerah yang disarankan untuk menghentikan proses budi daya ikan,” katanya.

Ditanya terkait adanya Perpres sebelumnya yang menyatakan bahwa kawasan Haranggaol Horison dan Sibaganding yang merupakan daerah wisata, Syafaruddin membenarkannya.

“Di tahun 2012 kita juga pernah melakukan penertiban, saat itu berdasar dengan Perpres sebelumnya,” sebut Syafaruddin. 

Penulis: soni. Editor: aan.