HETANEWS

Bahas Himbauan PDPHJ, Pedagang Belum Dapatkan Solusi dari DPRD

Pedagang Pasar Horas saat bertemu dengan Komisi II DPRD Siantar. (foto : Lazuardy Fahmi)

Siantar, hetanews.com - Puluhan pedagang yang tergabung dalam Aliansi Pedagang mendatangi DPRD Kota Siantar guna meminta solusi atas himbauan Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) mengenai retribusi pasar, dalam bentuk peringatan.

Awalnya Pedagang yang dipimpin Agus Butar-butar menanyakan soal tindak lanjut pertemuan mereka dengan DPRD Kota Siantar beberapa waktu lalu. “Kami hadir untuk mempertanyakan kesimpulan dari hasil pertemuan 6 April dan 18 Mei kemarin. Sebenarnya kami ingin menanyakan persoalan ini langsungpada Pimpinan DPRD Kota Siantar, namun berhubungan tidak ada,” kata Agus ketika berada di ruang Komisi II DPRD Kota Siantar, Selasa (31/5/2016).

Sekretaris Komisi II, Frans Herbet Siahaan yang memimpin pertemuan tersebut mengatakan, pimpinan DPRD Siantar sedang mengikuti Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (Adeksi.). “Ada pertemuan Adeksi, sehingga pimpinan tidak ada ditempat, saran saya dibuat hari mendatang,” sebut Frans.

Salah seorang anggota Komisi II, Boy Paradi Purba mengatakan, jika Rabu (1/6/2016) DPRD dan Direksi dari PDPHJ akan melakukan pertemuan. “Rabu kita akan memanggil PDPHJ melanjutkan pertemuan kemarin, dan mungkin nanti akan ada pertemuan lanjutan dengan pedagang,” ujarnya.

Pedagang lainnya yakni Noel Lingga menyebutkan, soal himbauan dari PDPHJ yang lebih berbentuk peringatan. Menurutnya, berdasarkan surat dari PDPHJ nomor 974/930/PDPHJ/V/2016 kepada pedagang disebutkan jika tarif retribusi yang harus dibayar pedagang adalah menurut Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2011. “Itu merupakan tarif baru, jadi saya rasa pedagang harus membayar tarif yang lama,” kata Noel.

Hal itu ditambahkan pedagang lainnya, Edwin Silitonga. Dia menanyakan soal himbauan tersebut, karena membuat pedagang menjadi cemas. “Sebenarnya kami ingin meminta pada DPRD Siantar jaminan kepada pedagang. Pasalnya, dalam himbauan itu ada penarikan kios jika tidak membayar, sehingga membuat pedagang resah, yang kami pertanyakan tarif yang mana harus dibayar,” tanyanya.

Namun DPRD tidak memberikan jaminan yang pasti. DPRD hanya mengatakan jika mereka akan menyampaikan hal tersebut untuk pertemuan tersebut. “Rabu kan kita akan melakukan pertemuan dengan PDPHJ. Nanti kita akan pertanyakan hal itu,” ujar para wakil rakyat itu.

Di akhir pertemuan, pedagang menyebutkan mereka tidak meminta banyaknya. Mereka hanya meminta keamanan dan kebersihan dari pasar. “Kami hanya ingin pasar itu bersih dan keamanannya terjamin. Karena sering terjadi di pasar itu gembok bagus, tetapi barang hilang didalam,” ucap sejumlah pedagang.

Penulis: tom. Editor: aan.