HETANEWS

Sepasang Mayat di Tanah Jawa Meninggal Dunia Akibat Sakit

Kedua jenazah korban di ruang Forensik RSUD Djasamen Saragih sebelum dijemput keluarga. (foto : Tumpal Tanjung)

Siantar, hetanews.com - Sepasang mayat yang ditemukan meninggal dunia di Nagori Bayu Bagasan, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, dijemput pihak keluarga.

Jenazah MS (60) diketahui telah dijemput keluarga pada Minggu sore (29/5). Sedangkan R br M (50) dijemput keluarganya pada Senin sore (30/5), usai menjalani visum luar forensik RSUD Djasamen Saragih, Kota Siantar.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, kedua jenazah tinggal di satu gubuk, meski bukan pasangan suami isteri (pasutri).

Kapolsek Tanah Jawa Kompol Sejahtera Sembiring, saat dihubungi mengatakan kedua jenazah meninggal akibat sakit. "Ya, keduanya meninggal karena sakit. Dan sudah dijemput pihak keluarga. Mereka tidak diotopsi karena tidak disetujui pihak keluarga," katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Instalasi Forensik RUSD Djasamen Saragih, Reinhard Hutahean juga mengatakan hal yang sama. Hanya saja, ia tak dapat membeberkan penyakit yang dimaksud.

"Korban hanya visum luar, karena keluarganya tidak setuju untuk diotopsi. Pada bagian alat vital yang rusak karena gigitan (binatang) cenderung karena telah meninggal dunia, tapi kita tidak tau kapan (meninggalnya) karena tidak diotopsi," katanya.

Isu soal penyakit AIDS/HIV yang merebak di lapangan, Reinhard menjelaskan tidak mengetahui, pasaalnya jenazah hanya diperiksa luar. "Iya itu juga (HIV/AIDS), saya tidak tau. Itu karena mayatnya hanya diperiksa luar saja," kata Reinhard.

Sebelumnya diberitakan pasangan ini meninggal dunia pada Sabtu (28/5/2016). Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang pelajar yang hendak membeli shampo, di gubuk korban sekaligus dijadikan warung.

Penulis: bt. Editor: aan.