HETANEWS
CITIZEN JOURNALISM

Ini Anak Siantar dengan Segudang Prestasi di Dunia Balapan

Fransisco Sinambela menunggangi sepeda motor no 69. (foto : Oprek Yelow Racing Team)

Siantar, hetanews.com - Hobi menunggangi sepeda motor race akhirnya berbuah manis bagi Fransisco Sinambela (19). Dirinya telah menorehkan sejumlah prestasi di berbagai perlombaan.

Yang terbaru, Fransisco berhasil menumbangkan lawan - lawannya dalam perlombaan (kejuaraan) Yamaha Ambarwulan Cup Race 2016, Minggu (29/5/2016) di Kota Tebingtinggi.

Warga Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar yang juga anak kelima dari lima bersaudara ini berhasil meraih juara umum klas pemula. Fransisco berhasil menjuarai 6 klas yakni, matic 130 cc pemula juara 1 matic 130 cc open juara 4, matic 150 cc open juara 4, yamaha bebek 4 tak 110 CC pemula juara 2, bebek 4 tak 125 cc juara 5 dan OmR Yamaha 4 tak juara 2. 

Fransisco Sinambela saat menjuarai Yamaha Ambarwulan Cup Race 2016. (foto: Oprek Yelow Racing Team)

Kepada hetanews, Senin (30/5/2016), Fransisco mengaku bahagia karena berhasil menjadi juara umum dalam klas pemula. Namun  saat ini dirinya butuh sponsor untuk mengikuti perlombaan berikutnya.

“Harapan saya ingin sekali mengikuti kejuaran nasional (kejurnas), khususnya membawa nama Kota Siantar. Walaupun saat ini Pemko Siantar belum ada memberikan perhatian pada saya sebagai pembalap sepeda motor,” ucapnya.

Meskipun Pemko Siantar tidak memiliki sebuah tempat atau wadah, Fransisco tidak ingin melupakan hobinya pada balapan sepeda motor. Terbukti Fransisco selama mengikuti balapan diasuh Oprek Yelow Racing Team (OYRT) sebagai tempatnya berlatih sejak tahun 2012. “Sampai saat ini, OYRT lah sebagai wadah untuk saya berkumpul dengan team dan berlatih sebelum perlombaan,” paparnya.

Mengenai pengalaman dalam dunia balapan, ternyata Fransisco sudah mengikuti berbagai perlombaan, diantaranya kejuaran race di Tebingtinggi, Medan, Binjai, Stabat Langkat, Raya, Siantar, Kisaran dan Tanjung Balai. Fransisco berhasil menjuarai semua kejuaraan yang diikutinya. Hingga saat ini Fransisco mempunyai 70 trophy kejuaran race dan baru 6 kali gugur dalam perlobaan sejak tahun 2012 sampai saat ini.

Fransisco mengakui, tanpa dukungan orang tua mungkin dirinya tidak akan bisa berhasil mengikuti beberapa kejuaraan. Karena sampai saat ini orang tua nya selalu mendukung bahkan mendampingi saat terjun di balapan.

“Saya berharap agar di Kota Siantar ini ada sebuah sirkuit atau tempat untuk berlatih. Karena selama melakukan pelatihan, saya juga sering ditangkap pihak Kepolisian akibat sering dibilang sebagai pembalap liar yang membuat keributan di masyarakat,” ucap Fransisco.

Pengalaman menunggangi sepeda motor nomor 69 selama ini, Fransisco mengatakan, sering mengalami jatuh dari kendaraannya. Namun jatuhnya itu justru lebih meningkatkan mental nya kembali untuk mengikuti balapan.

Dirinya juga menjauhi namanya narkoba. Fransisco berniat ingin menghilangkan asumsi buruk mengenai pembalap yang katanya identik dengan narkoba. “Balapan ini hanya sebagai hobi saya dalam dunia olahraga. Artinya belum menjadi cita - cita terbesar dalam hidup saya,” ucapnya seraya tersenyum bahagia.

Penulis: res. Editor: aan.