HETANEWS

Satpol PP Kembali Hancurkan Gubuk yang Dibangun Warga Jalan Nias

Warga yang memangis sewaktu mengetahui gubuk yang mereka bangun kembali digusur Satpol PP, Senin (30/5/2016). Sementara Hotmaida Rumapea mengendong bayinya yang berusia 4 bulan.

Siantar, hetanews.com - Para warga yang tinggal di pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS), Jalan Nias, Kelurahan Toba, Kecamatan Siantar Selatan yang dihuni 22 Kepala Keluarga (KK) mendirikan gubuk-gubuk rewot pasca penggusuran rumah mereka pada Kamis (26/05/2016) lalu oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Pemko Siantar.

Seorang warga yang sedang mengumpulkan sisa - sisa barang yang masih bagus. Satpol PP kembali melakukan penggusuran terhadap warga yang berada di areal bantaran Sungai Toge di Jalan Nias, Kelurahan Toba, Kecamatan Siantar Selatan.(foto: Lazuardy Fahmi)

Gubuk-gubuk rewot itu dipergunakan mereka untuk tempat tinggal, karena tidak memiliki dana untuk mengontrak rumah. Gubuk itu sangat tidak layak apalagi untuk hunian anak-anak kecil yang masih bersekolah, bahkan untuk seorang bayi kecil berusia 4 bulan yang selalu digendong ibunya, Hotmaida Rumapea.

Menggunakan kayu papan bekas, seng bekas, mereka berusaha mendirikan hunian yang layak disebut gubuk rewot. Namun, karena masih didirikan di DAS, gubuk itu pun dihancurkan dan diratakan dengan tanah oleh Satpol PP, Senin (30/5/2016) sekitar pukul 10.00 WIB.

Warga korban penggusuran sedang berkumpul di bawah gubuk yang mereka bangun kembali, Senin (30/5/2016).(foto: Lazuardy Fahmi)

Menurut Boru Siregar, mereka sangat menyayangkan tindakan perataan dengan tanah gubuk rewot yang dirikan tersebut. "Ginilah, gubuk pun ikut digusur lagi. Mau dimanalah kami ini tinggal. Kami orang miskin," ujarnya kepada hetanews.

Mereka sebenarnya sudah puluhan tahun di tempat tersebut, tapi sebelumnya bukan di DAS. "Sudah puluhan tahun kami di sini. Tapi bukan di DAS ini. Di tanah Nainggolan sebelumnya kami ngontrak. Lalu dijual si Nainggolan ke si Pardede. Jadi mundurlah kami buat rumah ke pinggiran sungai itu. Kami pikir, karena pinggiran ini tak dipakai Pemko Siantar, makanya kami rumah di situ," cerita boru Siregar.

Seorang warga sedang memangis sewaktu mengetahui gubuk yang mereka bangun kembali digusur Satpol PP, Senin (30/5/2016).(foto: Lazuardy Fahmi)

 

Apalagi, lanjutnya kalau masih banyak anak-anak kecil. "Mau hujan dab panas pun sudah kami rasakan digubuk ini. Anak-anak disini masih kecil-kecil pula," sebutnya seraya mengatakan kalau anaknya yang cacat, Enjel boru Sihombing kini sudah dititipkannya di rumah kakaknya di Jalan Pisang.

Ia merasa kasihan terhadap anaknya yang cacat tersebut, sehingga dititipkannya di rumah keluarganya. Pantauan hetanews pada pembongkaran sebelumnya, Enjel boru Sihombing dipapah warga bersama Satpol PP dari rumahnya yang ikut dieksekusi.

Mereka ingin bersatu agar permasalahan tersebut dapat lebih diperhatikan oleh Pemko Siantar. "Ini yang kurang. Harus bersatu kami ini. Akan ke kantor DPRD kami ini, masak-masak di sana. Biar diperhatikan dulu kami ini," tambahnya.

Tampak, gubuk-gubuk rewot yang sebelumnya mereka dirikan, kini sudah tiada lagi. Hanya tampak sebuah tenda kecil berwarna kombinasi merah dan putih berdiri di atas tanah milik Pardede untuk tempat tinggal mereka.

Penulis: ndo. Editor: aan.