Deliserdang, hetanews.com - Siswi kelas II Sekolah Menengah Pertama (SMP),  berinisial IND (14), warga Desa Nageri, Kecamatan Sibirubiru, Kabupaten Deliserdang, pingsan usai diperkosa puluhan pemuda di salah satu gubuk di kawasan persawahan, Desan Penen, Kecamatan Sibirubiru.

Korban diperkosa secara massal setelah dicekoki minuman keras (miras) hingga mabuk berat. Setelah pakaiannya dipreteli, korban digilir oleh pelaku hingga pingsan. Meski korban sudah tergeletak pingsan, para pelaku yang belum mendapat ‘jatah’ tetap menggilirnya.

Informasi yang dihimpun, Jumat (27/5/2016) menyebutkan, saat ini korban mengalami trauma berat. Ia akan menjerit histeris ketakutan, jika melihat pria tak dikenalnya. Oleh orang tuanya, perbuatan biadab para pelaku telah dilaporkan ke Polsek Sibirubiru.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Kamis malam (19/5/2016). Saat itu sekira pukul 20.00 WIB, dia berboncengan sepeda motor bersama temannya menuju tempat wisata pemandian air panas di Desa Penen. Saat sedang berendam di kolam air panas, korban dipanggil sekelompok pemuda yang menggelar pesta miras di salah satu gubuk di tempat wisata itu.

Karena ada satu pemuda yang dikenalnya, korban pun datang ke gubuk itu. Mereka lalu ngobrol dan bercanda. Lalu sekira pukul 22.30 WIB, seorang pelaku memaksa korban menenggak miras. Alasannya untuk menghangatkan badan. Korban menolak, tapi pemuda tersebut tetap memaksanya. Dibantu pelaku lainnya, korban berhasil dicekoki miras.

Setengah jam setelah miras itu masuk ke perutnya, korban pun merasa pusing dan tak bisa mengontrol dirinya. Saat itulah para pelaku beraksi. Mereka beramai-ramai menggerayangi korban, dan mempreteli pakaiannya satu per satu hingga tanpa sehelai benang. Mereka mencumbu korban beramai-ramai.

Aksi para pemuda berandal itu sempat dipergoki warga dan langsung ditegur. Tapi ternyata aksi biadab itu tak berhenti. Pelaku lalu kembali mengenakan pakaian korban, dan membawanya ke salah satu gubuk di tengah persawahan, tak jauh dari lokasi pertama.

Di gubuk itu, pakaian korban kembali dipreteli, lalu kembali digerayangi. Satu per satu dari puluhan pemuda itu menggilirnya hingga korban pingsan. “Pas pertama, saya masih sadar, tapi gak bisa melawan, karena pusing kali kepala. Banyak kali pelakunya, ada puluhan kayaknya, tapi cuma satu orang yang saya kenal,” ujar korban kepada wartawan.

Puas memperkosa, korban ditinggalkan para pelaku terkapar di gubuk itu dalam kondisi telanjang. Dini hari sekira pukul 03.00 WIB, korban tersadar. Ia menangis sejadinya. Setelah mengenakan pakaiannya, ia berjalan kaki di kegelapan malam menuju rumah neneknya di Desa Penungkiren, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang.

Neneknya pun terkejut melihat korban datang malam-malam dengan kondisi tak karuan. Korban pun menceritakan peristiwa kelam yang baru saja dialaminya.

Kejadian itu tak langsung dilaporkan ke polisi, karena korban masih trauma berat. Enam hari setelah kejadian, saat kejiwaan korban mulai stabil, keluarganya membuat pengaduan ke Polsek Sibirubiru, Rabu (25/5/2016).

Namun karena di Polsek Sibirubiru tak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), korban dan keluarganya lalu diarahkan membuat laporan ke Unit PPA Polres Deliserdang di Lubukpakam.

sumber: medansatu