Tobasa, hetanews. com - Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 173645 Lumban Huala, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) Rosmaida Sitorus sepertinya tidak mengerti  menjelaskan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) saat dikonfirmasi di kantornya, Jumat (27/5/2016).

Ditanya pengelolaan dana BOS, Rosmaida menjelaskan bahwa item dana yang dia laporkan melalui K7A sudah benar. Pasalnya mantan Manager Dana BOS Dinas Pendidikan (Disdik) Tobasa, Romauli Silalahi tidak pernah komplain dan selalu ditandatangani.

Pantauan wartawan saat turun ke lapangan, sekolah ini tidak memiliki perpustakaan. Namun dalam Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS), dia (Rosmaida) mengalokasikan dana yang cukup besar.

Saat ditanya dimana buku perpustakaan yang dibeli, Rosmaida menunjukkan buku paket. Sementara diketahui untuk belanja buku paket pihaknya sudah menganggarkan dana yang cukup besar.

Ketika ditelusuri buku paket dan buku perpustakaan ditemukan banyak tidak berstempel dana BOS, sehingga tidak bisa diketahui kapan itu (buku) dibelanjakan.

Ditanya terkait apa saja yang dibelanjakan dalam anggaran belanja kegiatan pembelajaran, Rosmaida justru mengatakan kemana saja bisa. “Asalkan benar saya belanjakan, sekalipun itu tidak sesuai pos itemnya. Karena mantan Manager Dana BOS menyuruh saya melakukan hal yang demikian,” paparnya.

“Tak perlu anda menanyakan kemana kami buat uang dana BOS itu. Karena ada atasan kami yang berhak menanyakan itu pada kami. Apa yang kami lakukan sudah benar. Buktinya atasan kami yang menyuruh melaporkan K7A itu. Buku paket pun bisa kami masukkan dalam kolom bahan habis pakai,” tambah Rosmaida.

Untuk diketahui dana BOS di sekolah ini cukup besar, namun  perawatan sekolah sangat minim. Buku - buku di sekolah itu juga sembrawut. Dana kegiatan ulangan tidak relevan, sehingga penggunaan dana BOS di sekolah ini diduga sarat korupsi.