Medan, hetanews.com - Bertempat di Galery dan Museum International Rahmat Jalan Brigjen Katamso, Medan, Penjabat (Pj) Wali Kota Jumsadi Damanik selaku pemilik Taman Hewan Pematangsiantar (THPS) dengan Presiden Direktur  PT Unitwin Rahmat Shah selaku Pengelola, menandatangani perubahan kedua perjanjian kerjasama penggunausahaan THPS, Kamis siang (26/5/2016).

Merujuk pada evaluasi dari Kementrian Keuangan (Kemenkeu) akhir 2014 lalu, dalam perubahan kedua ini PT Unitwin tidak lagi dibebani pajak hiburan tetapi kontribusi tetap sebesar Rp 17 juta per bulan.

Sebelumnya, saat masih dikenakan pajak hiburan, Pemko Siantar hanya menerima Rp 7 - 8 juta per bulan. Perubahan pertama dilakukan pada 3 Juli tahun 2014 sejak perjanjian pertama kali dilakukan pada 1 September 1996 lalu.

Pada perubahan kedua ini, pihak pengelola lahan seluas 4,5 hektar yang pertama kali dibuka pada 27 November 1936 oleh Coonrad (warga Belanda) ini juga diwajibkan mengalokasikan 10 persen dari laba bersih sebagai dana sosial ke masyarakat Siantar untuk program pendidikan, pelestarian dan edukasi lingkungan. Hal ini selaras dengan fungsi THPS sebagai konservasi sekaligus edukasi.

Menurut Jumsadi, THPS yang telah menjadi kebanggan warga Sumatera Utara ini masih butuh banyak penataan dan perbaikan dalam rangka destinasi wisata Kota Siantar, sekaligus nilai tambah ekonomis terhadap masyarakat.

“Terutama masalah lokasi perparkiran mengingat jumlah pengunjung yang terus meningkat. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama sehingga semua pihak nyaman berwisata ke THPS,” katanya.

Rahmat Shah menyambut baik perjanjian kerjasama tersebut dalam rangka peningkatan pelayanan THPS pada masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi kepada Pemko Siantar.

Rahmat juga berjanji untuk secepatnya membangun lahan parkir permanen bertingkat di lokasi taman hewan guna mengatasi kemacetan lalu lintas khususnya saat pengunjung padat. "Mari kita berbuat yang terbaik dan berguna untuk banyak orang,” sebutnya.

Sebelum penandatanganan perjanjian kerjasama, Pj Wali Kota didampingi Rahmat Shah berkenan meninjau berbagai ruangan galery dan museum yang menyajikan koleksi hewan-hewan yang telah diawetkan berasal dari berbagai penjuru dunia.

Pada kesempatan tersebut hadir Staf Ahli Wali Kota, Edi Noah Saragih, Neslianita Sinaga dan Pardamean Silaen, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Adiaksa Purba, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPBD) Renward Simanjuntak dan Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Humas Jalatua Hasugian.

Pada kesempatan tersebut hadir pula Kadis Kominfo Provinsi Jawa Timur yang juga Ketua Asosiasi Kadis Kominfo Provinsi Seluruh Indonesia, Adi Santoso.