Jakarta, hetanews.com - Dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri KeuanganBambang Brodjonegoro, Selasa (24/5/2016), terungkapsebanyak 6.519 Warga Negara Indonesia (WNI) menyimpan dananya di luar negeri. Dana tersebut diparkir di negara surga pajak atau Tax Heaven.

Menyikapi hal itu, anggota Komisi Keuangan DPR-RI asal Fraksi PDI Perjuangan Eva Sundari menaruh apresiasi atas kinerja intelijen.

"Kita apresiasi kerja intelijen yang berhasil mengungkap identitas asli pemilik rekening-rekening tersebut. Ini temuan serius yang harus dituntaskan,” ujar Eva Sundari di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta.

Tapi, sergahnya kemudian, tentu harus digunakan asas praduga tidak bersalah. Apalagi Indonesia tidak menganut pembuktian terbalik. “Jadi data tersebut perlu dicluster. Yang sudah clear dan clean bisa jadi obyek tax amnesty, sehingga menjadi pembanding dari data yang diperoleh melalui self assesment WP," papar dia.

Selain itu, tambah dia, data tersebut juga berpotensi menjadi tambahan wajib pajakbaru di kemudian hari. Sedangkandata yang tidak clean, menurut dia, bisa dilanjutkan ke tahap berikutnyakepada penegakhukum.

“Misalnya terkait kejahatan money laundering atau penggelapan pajak, penyidik bisa mencari data dan bukti hukum terkait dengan bukti tersebutuntuk kemudian diproses di ranah hukum,” tandasnya.

Sementara Menteri Bambang menerangkan bahwa dana tersebut ditemukan atas penelusuran intelijen yang mengacu pada data resmi.

"Data intelijen yang kami miliki, pertama, dasarnya kuat karena data resmi. Meskipun intelijen memiliki data resmi dari otoritas yang resmi, mohon maaf tidak bisa disampaikan secara detil,” ujar Bambang.

Kemudian kedua, lanjut dia, hal ini mencakup hubungan antara dua negara, mencakup rekening bank WNI di kedua negara tadi.

Dia mengaku bahwa penemuan atas dana WNI di bank luar negeri itu tidaklah sederhana. Sebab, data yang diterima tidakmenggunakan nama pribadi langsung melainkan atas nama suatu badan yang digunakan untuk tujuan khusus atau Spesial Purpose Vehicle/SPV.