Humbahas, hetanews. com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dirjen Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Nilai Budaya Nasional (BPNB) wilayah kerja Aceh-Sumut laksanakan kegiatan Lawatan Sejarah Daerah (Laseda) di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Kegiatan Laseda itu mengambil thema ‘Merajut simpul-simpul ke-Indonesiaan di Humbahas: Kisah Perjuangan Sisingamangaraja XII, Dinamika Sejarah Alam dan Kekayaan Budaya Batak’.

Kegiatan tahunan BPNB Aceh-Sumut dibuka oleh Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor bertempat di Aula Hutamas, Dolok Sanggul, Minggu (22/5/2016). Hadir dalam kesempatan itu, Kepala BPNB Aceh Sumut Irini Dewi Wanti, Ketua Badan Pelaksana Geopark Caldera Toba, Alimin Ginting, Aerkolog Balai Medan Lucas P Kestoro DEA, Sekdakab Humbahas Saul Situmorang, Kadis Pendidikan Wisler Sianturi, Kadis Hubpar Mangupar Manullang, tokoh masyarakat dan lainnya.

Irini Dewi Wanti dalam laporannya mengatakan, bahwa kegiatan Laseda akan dilaksanakan mulai tanggal 22-25 Mei 2016 dan melibatkan 50 orang terdiri dari 43 siswa-siswi SMA/MA dan 7 guru dari dua provinsi yakni Aceh dan Sumatera Utara.

“Kegiatan tersebut dikemas dalam rangkaian kegiatan workshop (diskusi kesejarahan), temu tokoh, perjalanan mengunjungi situs-situs sejarah yang memiliki orientasi nilai keindonesiaan di Humbahas,” sebutnya.

Irini menjelaskan, memilih Humbahas sebagai kegiatan Laseda tahun 2016, dikarenakan daerah ini memiliki banyak situs-situs sejarah dan kearifan lokal. Irini juga mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Humbahas karena telah memberikan tempat dalam pelaksanaan kegiatan itu.

Lebih lanjut, kata Irini, bahwa Laseda memberikan metode baru bagi siswa-siswi SMA/MA dalam pelajaran sejarah. “Jika selama ini pelajaran sejarah mungkin hanya teori namun melalui Laseda akan langsung ke tempat sejarah. Sehingga apa yang dibaca dapat langsung dilihat dan dipahami. Di samping itu dapat mengapresiasi yang dilakukan terdahulu,” jelasnya.

Di sisi lain, tambah Irini, Laseda dapat meningkatkan pertumbuhan ke-pariwisata-an khususnya di Humbahas. Pertumbuhan pariwisata dimaksud bukan hanya  objek wisata alam namun objek wisata budaya dan sejarah.

Sementara itu, Bupati Dosmar, dalam sambutannya mengaku berterima kasih atas penunjukan Humbahas sebagai tuan rumah Laseda tahun 2016. “Ini suatu kehormatan dan penghargaan kepada Humbahas. Untuk itu kami berterimakasih kepada kepala BPNB wilayah Aceh-Sumut,” tukasnya.

Dosmar juga menyebutkan beberapa situs peninggalan Raja Sisingamangaraja XII di Humbahas yakni, Tombak Sulusulu, Aek Sipangolu, Hariara Tukkot, Istana Raja Sisingamangaraja, Markas pertahanan, Makan 37 pasukan  Raja Sisingamangaraja dan lokasi wafatnya Sisingamangaraja.

Menurut sejarah, kata Dosmar, Raja Sisingamangaraja berlangsung dari abad XV hingga abad XIX, berpusat di Bakkara-Humbahas. Dinasti Raja Sisingamangaraja berlangsung secara turun temurundari Raja Sisingamangaraja I – Raja Sisingamangaraja XII.

“Mereka adalah pemimpin yang sangat dihormati di tanah batak. Bahkan Van Der, orang Eropa yang pertama mengunjungi Bakkara dan istana Raja Sisingamangaraja mengatakan bahwa Raja Sisingamangaraja adalah rajanya semua orang batak,” ujarnya.

Melalui kegiatan Laseda, Dosmar berharap, dapat merajut simpul-simpul keindonesiaan yang ada di Humbahas yang menjadi pilar perekat keindonesiaan dan menjadi pelajaran berharga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.