HETANEWS.COM

DPN Gepenta Usulkan Bentuk Densus 99 Anti Narkoba

Ketua Umum DPN Gepenta Brigjen Pol (Purn) Parasian Simanungkalit

Jakarta, hetanews.com - Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba, Tawuran dan Anarkis (DPN Gepenta) mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar membentuk Pasukan Khusus Pemberantasan Narkoba Badan Narkotika Nasional (Paskan BNN) dan Detasemen Khusus Pemberantasan Narkoba (Densus 99) Ditserse Mabes Polri. Usulan itu mencuat terkaitancaman bahaya narkoba yang sudah masukdi hampir seluruh sistem, termasuk lembaga hukum dan personelnya.

Ketua Umum DPN Gepenta Brigjen Pol (Purn) Parasian Simanungkalit menyatakan, peredaran narkoba sudah mencapai titik yang membahayakan bagi masa depan bangsa dan negara. Oleh karena itu, perlu adanya langkah dan solusi yang konkrit yang harus dilakukan Mabes Polri dan Badan Nasional Narkotika (BNN).

“Kami mengusulkan kepada Bapak Presiden untuk memerintahkan Kapolri membentuk Densus 99 sebagai pasukan khusus pemberantasan narkoba, yang mampu menangkap dan mengejar semua pengedar narkoba di seluruh Tanah Air,” ujar Parasian Simanungkalitdalam temu pers di Markas Besar DPN Gepenta Jakarta, Rabu (18/5/2016).

Parasian menyebutkan, nilai transaksi narkoba di Indonesia telah mencapai Rp 66,3 triliun per tahun. Hal ini menandakan bahwa Indonesia telah dilanda ancaman bahaya narkoba yang telah merenggut sebanyak 5 juta orang menjadi korban pengguna narkoba.

“Kami berharap Presiden Jokowi juga memerintahkan Kepala BNN untuk membentuk pasukan khusus anti narkoba yang setara dengan pasukan DEA (Drug Enforcement Administration) yang ada di Amerika Serikat,” cetusnya.

BNN Berterima Kasih Atas Dukungan Masyakarat

Kepala BNN Provinsi Sulawesi Utara Kombes Pol Sumirat Dwiyanto menambahkan, BNN senantiasa bekerja berdasarkan Undang-Undang (UU) dan aturan yang berlaku, dan akanmenyesuaikan bila ada perubahan aturannya. “Yang pasti, kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan masyarakat kepada BNN,” ujar Sumirat.

Mantan Kepala Bagian Humas BNN Pusat ini menyatakan, BNN bekerja berdasarkan UU dan aturan yang berlakusehingga apapun yang terpenting bagi BNN, adalah bagaimana bisa melayani masyarakat sebaik-baiknya dan mampu untuk bekerja, bekerja, dan bekerja.

DeputiPemberantasan BNN

Saat ini, papar dia, BNN sudah memiliki bagian khusus yang menangani pemberantasan narkoba yaitu Deputi Pemberantasan BNN, yang di dalamnya terdapat unit-unit khusus. Dia pun berharap, unit apa pun yang akan dibentuk haruslah memang unit yang sangat dibutuhkandan bukan duplikasi dari unit yang sudahada.

“Kita harus dapat meningkatkan kemampuan personil, komitmen, integritas, dan lain-lain, supaya pemberantasan narkoba bisa dilaksanakan secara bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat,” tutup Sumirat.

Seperti diketahui, DPN Gepenta telah melayangkan surat terkait usulan pembentukan pasukan khusus anti narkoba kepada Presiden Jokowi dengan nomor surat: B/0210/V/2016/DPN GEPENTA.Surat itu tembusannya ditujukan pula kepada Wakil Presiden HM Jusuf Kalla, Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan, MenkumHAM Yasonna Laoly, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Kepala BNN Komjen Budi Waseso.

Penulis: edo. Editor: aan.
Komentar 1
  • Anjar Marbun
    Usulan yg sangat tepat,pemerintah diharapkan mampu melindungi masyarakat dari Racun yg bisa membawa keterbelakangan dan kematian masyarakat.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!