Mon 21 Jan 2019

Rujuk pasien bedah sesar ke RS, bidan di Purwakarta dijanjikan duit

Ilustrasi operasi caesar. Shutterstock

hetanews.com - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengancam cabut izin praktik bidan nakal. Ancaman itu dilayangkan Bupati Dedi setelah dirinya banyak mendapat laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan oleh sejumlah bidan dalam penanganan kelahiran.

Permasalah muncul dari bidan-bidan nakal itu, diantaranya dalam melayani pasien yang akan melakukan persalinan, bidan desa kerap kali langsung memberi surat rujukan ke salah satu Rumah Sakit Ibu dan Anak di Purwakarta agar dilakukan operasi caesar. Padahal menurut laporan warga, sebenarnya persalinan dapat dilakukan secara normal.

"Rujukan untuk operasi caesar disinyalir karena bidan desa dijanjikan fee sebesar 30 persen per pasien jika merujuk pasien bersalin ke Rumah Sakit tersebut," ujar Dedi di Bale Nagari Purwakarta, Rabu (11/5) .

Selain izin praktik Bidan, sanksi serupa juga akan dilakukan terhadap Rumah Sakit yang melakukan pelanggaran kode etik tersebut.

"Pertama, kita harus membuktikan dahulu kebenaran kelakuan bidan desa tersebut. Kalau benar terjadi maka saya cabut izin praktik kebidanannya sekarang juga," ujar Dedi geram.

Dedi menambahkan, pekerjaan bidan adalah yang istimewa apalagi jika statusnya sudah PNS, karena bidan juga mendapat penghasilan tambahan dari praktiknya diluar jam kerja.

"Mereka itu diperbolehkan untuk melakukan praktik diwilayahnya. Artinya ada penghasilan tambahan. Kalau masih berharap fee dari hasil merujuk pasien. Kalau mereka terbukti maka telah melakukan gratifikasi dan bisa dibawa ke ranah hukum," tambah Dedi.

Saat ditanya warga mana yang mengeluhkan praktik nakal yang dilakukan oleh Bidan Desa. Dedi mengatakan dia menerima SMS Center dari salah seorang warga Maracang bernama Teruna Purwadestian (27). Dalam laporan tersebut Teruna merasa aneh saat bidan desa langsung merujuk istrinya ke salah satu Rumah Sakit Ibu dan Anak tanpa diperiksa sendiri oleh bidan tersebut.

"Tiba-tiba ada Ambulance, lalu bidan meminta istri saya naik ke Ambulance karena harus dirujuk ke Rumah Sakit untuk menjalani operasi caesar. Padahal istri saya melahirkan secara normal," ujar Teruna Purwadestian, saat dihubungi.

Sementara menurut Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Purwakarta Yeyet atau akrab disapa 'Mamih' pihaknya masih menelusuri kebenaran kabar yang menyatakan bidan mendapatkan fee dari Rumah Sakit tertentu. Kalau pun ada, dirinya berdalih bahwa perbuatan tidak terpuji tersebut dilakukan oleh oknum bidan nakal. Secara Institusi dia meyakinkan semua pihak bahwa tidak semua bidan melakukan tindakan yang merupakan pelanggaran kode etik itu.

"Saya pernah mendengar itu tapi saya rasa sekarang sudah tidak ada. Kalaupun ada itu oknum nakal," kilah Yeyet.

sumber: merdeka.com

Editor: edo.