Sat 23 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Pembunuhan Anak 2,5 Tahun, Pelaku Sempat Sembunyikan Jasad LN di Lemari

BOGOR, hetanews.com - Jasad LN, anak berusia 2,5 tahun, korban pemerkosaan yang dilakukan Budiansyah (26), sempat disembunyikan di dalam lemari. Pelaku menyembunyikan jasad LN setelah mengetahui korban tidak bergerak.

"Mengetahui korban tidak bergerak, pelaku kemudian menyembunyikan tubuh korban di dalam lemari," ucap Kapolsek Cibungbulang Kompol Roni Mardiatun, Rabu (11/5/2016).

Roni mengatakan, Senin (9/5/2016), jenazah korban ditemukan warga di kebun, setelah sebelumnya pelaku membuang jenazah ke sana (kebun).

"Keesokan harinya, pelaku mengeluarkan jenazah korban dari dalam lemari dan menaruhnya di sebuah kebun tidak jauh dari rumahnya dan ditemukan warga," kata Roni.

Ia menambahkan, petugas sempat menerjunkan anjing pelacak di lokasi penemuan jenazah LN. Namun petugas sempat mengalami kesulitan karena tidak ada saksi yang melihat perbuatan pelaku.

"Kita terjunkan anjing pelacak dan mengarah ke rumah pelaku. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pelaku mengakui perbuatannya," tambahnya.

LN diperkosa setelah tubuhnya dililit kain selimut oleh pelaku. LN sempat memberontak dan berteriak sebelum pelaku membekap mulutnya. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (8/5/2016).

"Diduga karena korban masih balita, kehabisan napas, akhirnya meninggal. Jenazah korban baru ditemukan sehari setelah kejadian di kebun yang tak jauh dari rumah pelaku," tambahnya.

Polisi belum mengetahui motif tersangka hingga tega melakukan tindakan itu. Ahli jiwa akan diminta pertimbangannya untuk mengetahui kejiwaan pelaku.

"Untuk saat ini, polisi masih meminta beberapa keterangan dari saksi dan pelaku untuk mengungkap motifnya,” ujar Roni. 

sumber: merdeka.com

Editor: edo.