HETANEWS

Minim Fasilitas, Atlit Renang Siantar Tetap Bersemangat Latihan

Para atlit renang Siantar yang masih berusia muda. (foto : Tommy Simanjuntak)

Siantar, hetanews.com - Salah satu cara menekan peredaran narkoba adalah memberikan kegiatan-kegiatan positif bagi generasi untuk berkarya baik dalam bidang pendidikan, budaya, dan olahraga.

Inilah yang sengaja dilakukan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Siantar yang sering berlatih di kolam Detis Sari Indah. Walaupun minim fasilitas tak mematahkan semangat atlit-atlit renang yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) ini, karena mereka dengan penuh semangat giat untuk berlatih.

Hal itu terlihat ketika hetanews mengunjungi tempat latihan mereka di kolam Detis Sari Indah Jalan Pematang, Kelurahan Simalungun Kecamatan Siantar Selatan, Sabtu (7/5/2016). Tampak belasan atlit baik putri dan putra dengan senyum lebar tetap mengikuti instruksi dari pelatihnya bernama Abdon Purba. Latihan ini rutin mereka lakukan setiap hari Senin dan Sabtu sekira pukul 17.00 WIB.

Berdasarkan penuturan dari Abdon, dalam waktu dekat ini mereka akan mengikuti dua even yakni Kejuaran Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2 SN) dan Pertandingan Olahraga Pelajar Daerah Sumatera Utara (Popdasu). “Kita akan mengirim 4 orang atlit putra dan 4 putri," sebutnya.

Kedua pertandingan itu akan membawa nama Kota Siantar. Namun mirisnya menurut Abdon selama ini Kota Siantar seakan tidak memikirkan nasib dari atlit renang. Terbukti sudah dua atlit renang asal Kota Siantar yang sudah berpindah ke daerah lain.

“Ada Indra Gunawan yang saat ini membawa nama Jawa Timur dan Debi Eka Paksi Tarigan pindah ke Jawa Barat. Sebenarnya atlit-atlit renang asal Siantar yang membawa daerah lain," sebutnya.

Sejumlah atlit renang saat berlatih di kolam Detis Sari Indah. (foto: Tommy Simanjuntak)

Abdon menuturkan, Siantar merupakan penghasil atlit khususnya di bidang renang. “Kalau untuk Sumatera Utarapaling saingan Siantar itu adalah Medan. Di Siantar ini banyak bibit unggul dalam bidang olahraga yang tidak diperhatikan oleh pemerintah setempat,"keluhnya.

Jangankan untuk pembinaan atlit, menurut Abdon ketika mereka sedang mengikuti pertandingan, Pemko Siantar terkesan seakan tak perduli. “Kita lihat lah nanti bagaimana kepedulian Pemko Siantar ketika kita mengikuti dua pertandingan itu,” ungkapnya.

Amatan hetanews, pada saat mereka (atlit renang) melakukan latihan, tidak ada rasa putus asa di benak perenang. Padahal umur mereka yang sangat belia ini seharusnya mendapatkan perhatian penuh baik dari pemerintah maupun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Namun kita tetap serius menjalani latihan dan memberikan semangat pada mereka untuk menjalani latihan maupun pertandingan. Karena prestasi yang diukir ini bukan hanya untuk mereka saja juga, anmun untuk membawa nama besar Kota Siantar. Kita selalu mengesampingkan dukungan dan semangat yang tidak pernah muncul baik dari Pemko Siantar dan KONI,” sebut Abdon.

Penulis: tom. Editor: aan.