HETANEWS

Kepala Kambing Ditanam dalam Ritual Pengusiran Begu Ganjang Dibongkar OTK

Simalungun, hetanews. com - Ritual pengusiran begu ganjang (jenis hantu yang ditakuti di orang Batak) di Huta (Dusun) Meriah Jambu, Nagori Pokan Baru, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun, dilakukan dengan menanam kepala kambing yang dikubur di depan rumah salah satu warga Jidin Simajuntak. Baca: (http://www.hetanews.com/article/51913/warga-hutabayuraja-gelar-ritual-pengusiran-begu-ganjang).

Ternyata kepala kambing itu diduga telah dibongkar oleh orang yang memelihara begu ganjang, Rabu (4/5/2016) sekira pukul 00.00 WIB.

Informasi yang dihimpun hetanews, Jumas (6/5/2016), jika yang menemukan pembongkaran kepala kambing itu salah seorang warga bernama Unyil Simajuntak. Dirinya melihat kepala kambing yang dikubur paranormal (dukun) itu telah berserakan di atas tanah bersama kain. Namun jeruk purut yang ikut ditanam tidak nampak dan tak diketahui keberadaannya. Yang tinggal hanya kepala kambing dan kain kafan.

Mengetahui hal itu, Unyil langsung ketakutan dan berteriak keras dengan mengedor gedor pintu rumah orangtuanya. Saat pintu dibuka, Unyil langsung memeluk orangtuanya dan menangis. Ketika ditanya, Unyil menuturkan jika kepala kambing dan kain kafan itu telah berserakan.

Orangtua Unyil langsung memberitahukan kejadian itu kepada warga sekitar. Atas kejadian itu,warga langsung berhamburan berdatangan ke lokasi dimaksud. Ternyata kepala kambing dan kain kafan telah beserakan di atas tanah. Lalu para penatua (tokoh masyarakat) langsung menelepon paranormal berinisial br S dari Huta Embong Simpang Sigodang, Kabupaten Simalungun.

Paranormal itu lalu menjelaskan jika itu tidak apa - apa. Menurutnya, orang yang melakukan pembongkaran itu beranggapan jika lebih hebat dari dirinya. Dia lalu memerintahkan agar kepala kambing dan kain kafan itu dikubur kembali, Selanjutnya disemen dan kemudian ditutupi tanah.

Salah satu warga, Jinter Siburian saat dikonfrimasi hetanews melalui telepon seluler menuturkan, mereka (warga) ketakutan dan resah atas kejadian ini, khususnya para anak - anak.

Dia menceritakan, pertama kali mulai acara ritual, paranormal langsung pergi ke depan rumah marga Sitorus. Ketika dilakukan penggalian menggunakan pisau pusaka milik paranormal, akhirnya ditemukan tulang kaki.

Selanjutnya paranormal berpindah ke rumah kosong yang sudah tak dihuni lagi. Di lokasi itu ditemukan benang benalu dan tengkorak seperti tengkorak bayi.

Ada rencana paranormal itu akan datang lagi kemari untuk menanam pohon beringin (bahasa Bataknya disebut Hariara). Pohon itu akan ditanam dibelakang rumah warga bernama Toni Simanjuntak.

“Pasalnya pohon beringin di belakang rumah Tono sudah mati. Menurut orangtua dulu, jika penjaga kampung kami ada di pohon itu. Mungkin karena pohon itu sudah tua makanya mati,” sebutnya.

Jinter menuturkan, diperkirakan umur pohon itu dulunya sekitar 100 tahun. Namun karena pohon itu mati, makanya pergi penjaga kampung mereka. Menurutnya, dulu sejak pohon itu masih hidup tidak pernah terjadi hal - hal yang buruk di kampung mereka, baik itu pencurian atau sebagainya. Ada niat seseorang mau membakar rumah warga atau yang memelihara begu ganjang itu,” ungkapnya.

Penulis: frengki. Editor: aan.