HETANEWS

DPRD Desak Bupati Tobasa Evaluasi Kinerja Kadis Kesehatan

Wakil Ketua DPRD Tobasa, Asmadi Lubis bersama wartawan hetanews, Frengki Silitonga

Tobasa,hetanews.com - Sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Tobasa Samosir (Tobasa) meminta agar Bupati Darwin Siagian mengevaluasi kinerja Kadis Kesehatan (Kadiskes) Frida Sinaga. Ini mengingat dan memperhatikan kinerja Frida yang selama ini terkesan bobrok, bahkan sama sekali tidak berkualitas.

Pernyataan ini disuarakan sejumlah elemen masyarakat, diwakili Wakil Ketua DPRD Tobasa dari Partai Gerindra, Asmadi Lubis, di ruang kerjanya, Selasa (3/5/2016).

Menurutnya, Frida belum melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) nya sesuai dengan amanah dan sumpah jabatan yang diterimanya. Sebab selama ini banyak polemik dan persoalan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Tobasa yang tidak kunjung selesai, bahkan kesannya sampai hari ini semakin runyam.

"Ini harus segera ditindaklanjuti, karena secara langsung Dinkes menjadi ujung tombak kesehatan masyarakat Tobasa. Kalau tidak dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi masyarakat khususnya yang tingkat ekonominya rendah,” ungkap Asmadi.

Ditanya seputar isu tidak disalurkannya dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK), Asmadi menyarakan sebaiknya hal itu dibawa ke ranah hukum. Namun sebelumnya sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), pihaknya akan menyurati Inspektorat dan Bupati Tobasa segera mengevaluasi kinerja Kadiskes.

“Kita selama ini sudah melakukan tupoksi sebagai lembaga legislatif, dengan berupaya memonitoring, mengingatkan dan memanggil kadis guna mendengarkan pendapatnya. Namun sejauh ini tidak mendapat respon dan terkesan tutup mata. Itu sebabnya kita akan meminta bupati mengevaluasi kinerjanya. Bila perlu ke ranah hukum agar segera diproses,” paparnya.

Menurut Asmadi, korelasinya pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) juga terimbas tidak maksimal. Puskesmas sebagai sarana kesehatan di kecamatan dan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) bekerja asal - asalan melayani masyarakat. “Itu sudah pasti, sehingga jika hal ini kita biarkan ini berpengaruh sangat buruk bagi kesehatan masyarakat,” sebut Asmadi.

Berdasakan pantauan hetanews yang turun ke lapangan melihat kinerja para tenaga medis, pelayannya tak baik dan obat - obat dasar juga tidak ada. Mirisnya, para Bidan Desa (Bindes) juga memungut biaya apabila ada warga bersalin atau melahirkan. Sementara biaya obat - obat itu sudah dibayar dari BOK.

Penulis: frengki. Editor: aan.