Siantar, hetanews.com - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) secara tegas menyatakan perang terhadap narkoba dan bandar narkoba layak dihukum mati.

Meski demikian, ancaman itu sepertinya tak membuat gentar para bandar narkotika, sebab peredaran narkoba secara kasat mata masih tampak marak. Peredarannya pun kadang dapat dilihat secara terang-terangan.

Banyak rumor beredar sejumlah sarang narkoba mendapat "perlindungan" oknum petinggi polisi atau TNI. Namun, rumor tersebut hingga kini belum terbuktikan.

Di Medan, aparat penegak hukum "mengobrak-abrik" lokasi pada pemukiman padat penduduk yang disebut sarang narkoba yakni Kampung Kubur. Bahkan, upaya untuk mencegah peredaran narkoba disana, polisi dan aparat TNI di siagakan tiap harinya. Duh!!

Selain padat penduduk, pemukiman rumah yang begitu rapat tatanannya terdapat ratusan gang ukuran kecil (sempit) tempat disinyalir sebagai transaksi narkoba.

Berbicara mengenai Kampung Kubur di Medan, untuk Kota Siantar sendiri ternyata memiliki duplikat seperti lokasi itu, Gang Puri namanya. Gang Puri ini ada di Jalan Tanah Jawa, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar.

Kabar beredar, lokasi Gang Puri ini merupakan sarang bandar narkoba yang santer didengar kawasan kebal hukum. Lokasi ini jarang dijamah aparat penegak hukum.

Aparat kepolisian diminta untuk bertindak. Sebagaimana instruksi Presiden untuk membersihkan peredaran narkoba yang mengancam keselamatan generasi bangsa.

Sumber di lapangan menyebutkan pria berinisial UH adalah bos narkoba di Gang Puri. UH digadang-gadang dekat dengan aparat oknum polisi dan TNI, sehingga mulus menjalankan bisnisnya.

"Nama dia (UH) masyarakat sini sudah tau lah. Sudah lama dia bosnya (narkoba) di kawasan ini. Mereka (polisi dan TNI) sering datang kemari untuk menjumpai dia (UH). Tapi gak tau urusannya apa mereka kesini. Mungkin sebagai beking gitu," ujarnya kata sumber yang namanya enggan dituliskan, Senin (2/5/2016).

Sumber menambahkan, transaksi narkoba di lokasi itu kerap dilakukan secara terang benderang. Masyarakat hanya bisa melihat, dan sembari berdoa kepada Tuhan agar anak-anaknya jauh dari narkoba.

"Orang - orang sini hanya bisa berdoa, gak bisa buat banyak. Mereka (sindikat narkoba) disini bakal tau kalau dilaporin ke polisi," ungkapnya lagi.