Siantar, hetanews.com - Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Siantar mencatat ada sebanyak lima serikat buruh maupun serikat pekerja di daerah itu.

Hal ini dapat diketahui setelah adanya permintaan dari salah satu serikat buruh di Siantar agar Dinsosnaker untuk melakukan verifikasi ulang terhadap serikat lainnya.

“Kami melakukan pencatatan ini dan sudah bekerja sesuai Undang-Undang (UU) No 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh. Di Siantar, ada sebanyak lima yang telah kami catat,” ujar Kepala Dinsosnaker Siantar, Poltak Manurung ketika ditemui hetanews di ruangannya, Senin (2/5/2016).

Seperti Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SBSI) pimpinan Ade Nanno. Kedua, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) pimpinan Ramlan Hutabarat yang saat ini organisasi mereka sedang melakukan Peninjaun Kembali (PK).

Ketiga, Serikat Buruh Solidaritas Indonesia (SBSI) pimpinan Ramlan Sinaga. Keempat, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) pimpinan Maurit Siahaan dan terakhir Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992 pimpinan Ahwa Sitanggang.

Ditanya mengenai adanya permintaan verifikasi ulang, ia menjelaskan pihaknya hanya sampai batasan sebagaimana dengan persyaratan-persyaratan yang tertulis dalam UU.

“Kami tidak berhak untuk membubarkan serikat tersebut. Kalau ada salah satu serikat yang keberatan, itu sudah sampai masuk masalah hukum dan yang menanganinya ya instansi hukum. Karena batasan kami hanya sampai pencatatan saja. Mengenai dualisme, kalau bisa mereka bicara secara intern saja,” tutupnya.