HETANEWS

SBSI Siantar Konvoi, Ajak Berbagai Elemen Bergabung

Personil dari Polresta Siantar sedang mengamankan aksi konvoi kendaraan bermotor yang dilakukan oleh SBSI Kota Siantar untuk memperingati hari buruh internasional, Minggu (1/5/2016). (Foto : Lazuardy Fahmi)

Siantar, hetanews.com – Dewan Pimpinan Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPC SBSI) Kota Siantar dan Pengurus Komisariat (PK), melakukan aksi dengan konvoi bersama di jalan utama Kota Siantar yaitu Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka. Aksi ini, awalnya mengambil titik kumpul di kantor DPC SBSI Siantar, Jalan WR Supratman, Kecamatan Siantar Barat sekitar pukul 10.00 WIB.

Konvoi para buruh ini sendiri dalam rangka memperingati Hari Buruh Sedunia (Mayday) yang tepat jatuh setiap tanggal 1 Mei. Sekitar ratusan massa berkonvoi menggunakan berbagai sepeda motor, sebuah mobil komando dan satu truk besar. Dengan mengembangkan bendera mereka, massa aksi ini berkonvoi dengan damai.

SBSI yang dipimpin Maurit Siahaan dengan sekretarisnya Fransiskus Silalahi bergerak konvoi sambil menyerukan agar para buruh serta berbagai elemennya bergabung dengan organisasi mereka. Massa aksi juga membagikan selebaran yang berisi formulir pendaftaran anggota kepada para karyawan-karyawan toko diseputaran Jalan Sutomo-Merdeka.

Sesampai di pajak horas, baik di arah bagian Jalan Sutomo atau Jalan Merdeka, massa aksi bergerak untuk mengajak para pedagang ikut bergabung dalam aksi konvoi tersebut sambil membagikan seruan formulir. “Sejenak tinggalkan aktivitas kita, ini hari Buruh Sedunia. Ayo ikut bergabung dengan kami disini, SBSI Siantar,” ujar para orator dari mobil komando.

Aksi yang berlangsung ± 1 jam ini membuat jalanan utama kota Siantar macet panjang karena jelas memakan hampir seluruh badan jalan. Personil kepolisian pun turun untuk mengantisipasi kemacetan. Tampak berbagai rekayasa lalu lintas dilaksanakan dalam mengantisipasi kemacetan lebih panjang.

“Dapat kita lihat secara langsung pemilik modal kecil semakin hari semakin tersingkirkan dari pertarungan pasar, Mall, Swalayan, Plaza berdiri tegak dan tumbuh subur seperti jamur dimusim hujan yang dampak keberadaannya mematikan keberadaan pasar tradisional yang nampak kumuh tanpa ada keberpihakan pemerintah untuk membenahinya. Ditambah lagi pengutipan retribusi yang sangat menambah beban penderitaan kecil,” kata Maurit didampingi Fransiskus dari pengeras suara.

Beranjak dari situasi itulah, mereka mengajak elemen masyarakat bersatu untuk membangun sebuah gerbong untuk bersatu. “Karena tanpa persatuan yang kuat kaum pemodal kecil, pedagang tradisional akan semakin tersingkirkan dari pertarungan pasar bebas. Dengan semangat persatuan, SBSI mengajak kepada seluruh masyarakat, buruh, petani, mahasiswa, pedagang tradisional, pegawai untuk bersatu dan bergabung dengan SBSI,” seru mereka.

Penulis: ndo. Editor: des.