HETANEWS.COM

May Day, FTA SBSI Siantar Fokuskan Pada Pelatihan Buruh

Kelompok Kerja May Day dan FTA SBSI saat melakukan pertemuan dengan Pj Walikota Siantar Jumsadi Damanik. (Foto : Humas Pemko Siantar)

Siantar, hetanews.com - Penjabat Walikota Siantar, Jumsadi Damanik menghimbau kepada seluruh buruh maupun pekerja yang akan merayakan Hari Buruh (May Day), Minggu (1/5/2016), supaya mengedepankan suasana damai dan kondusif.

“Kalau pun melakukan konvoi atau orasi, tetap mempertimbangkan kepentingan bersama, apalagi bertepatan dengan hari Minggu, dimana umat Kristiani tengah melakukan ibadah,” harap Pj Walikota saat menerima kedatangan Ketua Kelompok Kerja May Day 2016, Rindu Marpaung bersama Ketua Serikat Buruh Solidaritas Indonesia Siantar, Ramlan Sinaga serta Tim Kerja lainnya, Jumat pagi (29/4) di Rumah Dinasnya Jalan MH Sitorus.

Dalam pertemuan tersebut, Rindu Marpaung dan Ramlan Sinaga mengungkapkan kegiatan May Day kali ini agak berbeda dengan sebelumnya. Kali ini kegiatan mereka yang akan digelar di pelataran Gelanggang Olahraga (GOR) Jalan Merdeka, Minggu (1/5) akan fokus pada pelatihan. Baik buruh formal maupun pekerja sektor-sektor informal yang tergabung dalam berbagai serikat-serikat buruh.

“Kita mencoba melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat bagi kawan-kawan buruh ketimbang turun kejalanan berteriak-teriak. Kalau pun kita melakukan konvoi, sekedar bentuk sosialisasi kepada masyarakat bahwa Hari Buruh sudah resmi dirayakan.

Sebab masih banyak masyarakat, bahkan teman-teman buruh sendiri yang belum mengetahui Perayaan Hari Buruh,” ujar Rindu Marpaung.    

Rindu menambahkan, kegiatan May Day kali ini juga akan mengundang BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka memberikan pencerahan kepada para buruh, pentingnya jaminan sosial mapun kesehatan saat bekerja sekaligus juga memberikan pencerahan kepada para buruh tentang hak-haknya sebagai pekerja.

“Hal ini merupakan bentuk pertangungjawaban kita kepada para buruh agar semakin memahami hak dan kewajibannya. Apalagi dari sebanyak 320 perusahaan yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja, kebanyakan belum menjalankan ketentuan Upah Minimum Kota (UMK) sebesar Rp 1,8 juta,” imbuh Ramlan Sinaga. 

Baca juga: http://www.hetanews.com/article/50857/peringati-may-day-fta-sbsi-aksi-turun-ke-jalan

Penulis: tom. Editor: des.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!