HETANEWS

Dikritik Perayaan HUT Siantar, Ini Jawaban Fatimah Siregar

Kadisporabudpar Siantar, Fatimah Siregar. (foto : Lazuardy Fahmi)

Siantar, hetanews.com - Ketua DPRD Eliakim Simanjuntak mengkritik keras pemko terkait perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Siantar ke 145, Senin (25/4/2016) yang tidak memberikan kesan dan tak mengajarkan kebudayaan.

Terkait hal itu Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Kadisporabudpar) SiantarFatimah Siregar, menjelaskan dirinya telah melakukan kegiatan budaya dalam perayaan HUT itu.

“Sebelum perayaan tanggal 23 dan tanggal 25 April kemarin, kita juga melakukan kegiatan untuk pelajar SMP, SMA, mahasiswa dan umum, yaitu festival tradisional, vokal solo, dan tari tor-tor. Ini jugakan untuk menggali budaya dan memajukan pariwisata, kalau dari sponsor itu ada festival band saja,” kata Fatimah, Jumat (29/4/2016).

Kritikan terkait parade mobil hias, Fatimah menyebutkan, itu merupakan salah satu bentuk kegiatan untuk menarik perhatian wisatawan berkunjung ke Kota Siantar. “Ini juga untuk mendukung kegiatan pariwisata Siantar,” sebut Fatimah.

Dia juga mengatakan, dalam kegiatan HUT itu, Pemko Siantar juga melibatkan Ihutan Bolon yakni pada saat acara jerat ke Tugu Makam Raja Siantar. “Kita libatkan Ihutan Bolon pada acara yang dilaksanakan di Jalan Pematang, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan. Itu semua kegiatan Ihutan Bolon, tidak ada kita campuri dan merupakan acara kebudayaan. Kalau festival itu memang acaranya Disporabudpar, tetapi kan juga merupakan festival budaya,” ucapnya.

Fatimah juga menyebutkan, kegiatan yang telah dilakukan dalam perayaan HUT itu berdasarkan persetujuan dari DPRD Siantar. “Sebelum dilakukan, ini kan saya ajukan ke DPRD terlebih dahulu untuk dianggarkan. Kalau memang tidak setuju, kenapa kemarin diketok, berarti setuju dong dengan kegiatan yang saya ajukan,” lanjutnya.

Fatimah juga mengharapkan masukan dari semua pihak agar HUT Kota Siantar semakin meriah dan dapat diminati oleh seluruh masyarakat. “Kita juga tidak pungkiri banyak kekurangan, tolonglah jangan hanya mengkritik saja, diberikan masukan, agar HUT Siantar di tahun-tahun selanjutnya semakin membaik,” harapnya.

Mengenai pendirian Tugu Becak, Fatimah menyebutkan peletakan batu pertama itu bukanlah hal yang sengaja dilakukan pada saat HUT Kota Siantar. Namun dikarenakan dana pendirian tugu memang sudah dipersiapkan, sehingga peletakan batu pertamanya dilakukan pada hari itu juga, karena uang mereka sudah stand by.

Fatimah menjelaskan, pembangunan itu bukan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan dari masyarakat dan tugu itu nanti diberikan kepada Kota Siantar.

“Saya menilai dari sisi pariwisata sangat mendukung untuk kemajuan pariwisata di Siantar. Karena hanya di Siantar lah ada Becak BSA itu, jadikan mendukung pariwisata juga. Mudah-mudahan ada lagi masyarakat yang mau menyumbang untuk pendirian Tugu Adam Malik, agar wisatawan tau kalau Siantar ini ada tokoh nasional dan tokoh internasional,” sebut Fatimah mengakhiri.

Penulis: tom. Editor: aan.