HETANEWS.COM

Apin Lehu Tertangkap, Kapolresta Siantar ‘Kebiri’ Hak Wartawan

Kapolresta Siantar AKBP Dodi Darjanto. (foto : Ist

Siantar,hetanews.com - Pasca tertangkapnya Apin Lehu yang disebut – sebut bandar narkoba terbesar di Siantar – Simalungun beberapa waktu lalu, disinyalir ada upaya pembatasan hak - hak wartawan melakukan peliputan khususnya di Mapolresta Siantar.

Upaya pembatasan itu terkuak, Kamis (28/4/2016) ketika beberapa wartawan mengaku tidak diperbolehkan menyambangi beberapa unit kesatuan Polresta Siantar yang sebelumnya tak ada pernah pelarangan.

"Sana-sana, ada CCTV itu nanti jadi kami dimarahi (Kapolresta)," terang wartawan menirukan ucapan petugas Intelkam.

Begitu juga ketika wartawan nongkrong di depan ruang Sat Reskrim. Salah seorang penyidik menyarankan agar para wartawan untuk tidak duduk di depan ruang tersebut.

"Duduk - duduk di Humas aja orang abang. Nanti Kapolresta marah kalau orang abang ditengok duduk-duduk di sini," kata salah seorang penyidik kepada wartawan.

Usut punya usut, ternyata instruksi disampaikan oleh Kapolresta Siantar AKBP Dodi Darjanto saat menggelar apel pagi di halaman Mapolres, Jalan Sudirman, Kecamatan Siantar Barat, terhadap jajarannya, Kamis pagi (28/4/2016).

Namun, hal itu sangat mengejutkan para kuli tinta. Sebab hal itu tak pernah didapat ketika meliput di Polresta Siantar, jauh sebelumnya. Instruksi sang orang nomor satu di Polresta Siantar itu diduga kuat berkaitan pasca tertangkapnya Apin Lehu di Tebingtinggi.

Namun, ketika hal itu dikonfirmasi langsung. Kapolresta membantahnya. Dodi mengatakan agar para wartawan melakukan peliputan di lapangan atau Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Ada instruksi, bukan dari Polda tapi diatasnya (Mabes Polri) untuk teman - teman wartawan sebaiknya mencari fakta hukum sebenarnya di lapangan, bukan di sini (Polres Siantar) tempatnya," kata Dodi kepada sejumlah wartawan di ruang Humas.

Dodi mengatakan, TKP merupakan sumber fakta hukum sebenarnya, bermaksud untuk menghindari opini publik yang liar. "Bukti di TKP tidak akan berbohong," katanya.

Dia membantah melarang wartawan melakukan peliputan di Polresta maupun Polsek. "Untuk peliputan boleh-boleh saja, tapi tidak bertanya kepada orang yang baru saja melapor di Polsek," imbaunya.

Disinggung pengakuan beberapa anak buahnya yang melarang wartawan, Dodi mengatakan anggotanya itu hanya salah penyampaian saja. "Ohh, itu hanya salah penyampaiannya saja. Kan memang (wartawan) sudah ada tempatnya yaitu di sini (ruang humas)," katanya.

Dia menyampaikan, segala sesuatu urusan wartawan agar ke bagian humas. Ia meminta agar wartawan berhati - hati mempublish berita kepada warga. "Yang menentukan seseorang salah itu kan adalah hakim," kata Dodi.

Penulis: bt. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Komentar 1
  • Hornet Green
    bagus itu pak supaya para lalat itu tidak semena mena nya saja sementang dia bisa buat berita dan nyebarin kemana mana

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan