HETANEWS

Cadar Dilarang untuk Digunakan di Pazardzhik, Bulgaria

Dewan Kota Pazardzhik, Bulgaria, Rabu (27/4/2016), melarang pemakaian cadar atau niqab di tempat umum.

SOFIA, hetanews.com – Dewan Kota Pazardzhik, Bulgaria, Rabu (27/4/2016), melarang pemakaian cadar atau niqab di tempat umum. Menyetir mobil dengan menggunakan cadar juga dilarang.

Kebijakan itu diberlakukan pemerintah lokal untuk mencegah ketegangan antarumat beragama di masyarakat dan juga demi meningkatkan keamanan.

Muslim di Pazardzhik mencapai 13 persen dari 7,4 juta penduduk dan telah hadir berabad-abad di Bulgaria. Mereka umumnya beretnis Turki dan mulai eksis setidaknya sejak zaman Ottoman, Turki.

Dewan kota mendukung larangan  penggunaan cadar di semua kantor pemerintah, sekolah, toko, pusat perbelanjaan, jalan, dan tempat umum lainnya.

Mengemudi dengan kerudung penuh di wajah, termasuk penggunaan niqab, juga dilarang.

Setiap pelanggar didenda dengan 300 leva atau sekitar 2,3 juta dan naik menjadi 1.000 leva atau Rp 7,6 juta untuk orang yang melakukan pelanggaran berulang.

Larangan ini merupakan yang pertama kali di kawasan Balkan. Politisi mendukung kebijakan yang diterapkan di kota yang dihuni sekitar 70.000 orang itu.

Sebenarnya wanita Muslim Roma di Pazardzhik, sudah terbiasa mengenakan cadar. Namun, akibat meningkatnya keamanan dan menguatnya ancaman teroris, membuat mereka mengaturnya lagi.

"Saya lelah mendengar bahwa Pazardzhik adalah kota burqa,” kata Wali Kota Pazardzhik, Todor Popov, dalam wawancara dengan radio nasional, Rabu.

Menurut Popov, ia ingin menyatakan dengan lantang bahwa “kami bukan seperti itu, tapi sebuah kota dengan penghuni yang bertanggung jawab dan terkait dengan sejumlah prestasi lainnya."

Sebanyak 13 pria pada Februari lalu diadili atas tuduhan membantu warga bergabung dengan militan Negara Islam di Irak dan Suriah, menyebarkan ideologi ekstremis, dan menghasut perang.

Sebagian besar dari 13 orang itu berasal dari kelompok minoritas Muslim Roma di Pazardhik. Pemakaian cadar marak dalam beberapa tahun ini. Hal itu memicu reaksi dari kaum nasionalis dan sejumlah warga Pazardzhik.

Popov memaparkan warga yang melanggar larangan ini akan dikenakan sanksi. Banyak warga Bulgaria juga mengaku khawatir akan arus imigran yang memasuki Eropa.

Para pengungs khawatir, penggunaan cadar menimbulkan ancaman bagi budaya Kristen Ortodoks yang mayoritas di Bulgaria. Mereka khawatir arus imigran akan memudahkan upaya radikalisasi warga Muslim yang minoritas.

sumber: AFP/Reuters

Editor: edo.