HETANEWS

Lokalisasi Dadap Digusur, 400 Kamar Disewa untuk Nelayan

Nelayan memperbaiki perahu mereka di Pantai Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten, 25 April 2016. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

hetanews.com, Tangerang - Pemerintah Kabupaten Tangerang menyewa 400 unit kamar kontrakan untuk tempat relokasi sementara nelayan Dadap yang terdampak dalam penutupan dan penertiban lokalisasi Dadap, Kosambi. Menyewa kamar dilakukan setelah dua tempat relokasi sementara yang disiapkan pemerintah ditolak warga perkampungan nelayan Dadap. "Kami sewakan tempat baru yang lebih layak," kata Camat Kosambi Murhadi kepada Tempo, Kamis, 28 April 2016.

Murhadi mengatakan 400 unit kontrakan itu disewa Pemerintah Kabupaten Tangerang senilai Rp 600 juta selama setahun. Lokasi kontrakan berada di tiga titik di Kampung Dadap Jati, atau sekitar satu kilometer dari Kampung Ceng In, Dadap, perkampungan nelayan yang tergusur. "Kontrakan berada dalam kawasan milik warga setempat, kami pastikan tempatnya sangat layak," kata Murhadi.

Tempo mengunjungi lokasi petak kontrakan yang berada di tengah permukiman padat itu. Untuk bisa masuk ke lokasi, harus melalui jalan sempit yang becek dan rusak dengan sisi kanan-kiri jalan dipenuhi jemuran warga.

Sebanyak 400 unit kontrakan itu milik tiga warga setempat yang selama ini sebagai pebisnis kontrakan. Kamar kontrakan berukuran 3 x 7 meter yang terdiri atas tiga ruangan, dapur dan kamar mandi, kamar, dan ruang tamu, tersebut selama ini banyak disewa pendatang yang bekerja di kawasan Dadap.

Selain berlantai keramik, ratusan kontrakan yang berderet dan saling berhadapan ini juga memiliki fasilitas air bersih yang layak. "Airnya bagus dan jernih," kata Agus Wiliong, pemilik kontrakan.

Menurut Agus, harga sewa kontrakan Rp 500-750 ribu per bulan. "Tergantung luas kamarnya," katanya. Agus mengatakan kontrakan yang saat ini penuh dengan penyewa siap dikosongkan hingga 2 Mei mendatang dan diperuntukkan khusus untuk nelayan Dadap.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan tempat relokasi sementara di Rusunawa Rawa Bokor dan rumah toko di sekitar Dadap. Warga Dadap tinggal di tempat penampungan sementara tersebut sampai rusunawa empat tower yang dibangun di Dadap rampung. Namun, warga Dadap menolak dengan alasan jauh dari laut dan tidak layak.

Pemerintah Kabupaten Tangerang akan melakukan penutupan dan penertiban lokalisasi Dadap dan kampung nelayan Dadap pada 23 Mei mendatang. Sebanyak 387 keluarga dan 418 bangunan akan tergusur.

sumber:tempo.co

Editor: edo.