Tobasa, hetanews.com - Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyalurkan dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK) dengan sumber anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditampung di kas umum daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten/kota untuk disalurkan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Perpres ini bertujuan untuk meningkatkan dan menunjang Standart Pelayanan Minimum (SPM) kepada masyarakat sesuai Perpres Nomor 108  Tahun 2012 tentang Tunjangan Kinerja.

Terkait BOK di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) sampai saat ini penyalurannya masih simpang siur. Pantauan penggunaan dan penyalurannya di lapangan sejauh ini menjadi temuan. Beberapa Kepala Puskesmas (Kapus) mengaku, tidak menerima dana tersebut bahkan tidak tau menahu. Ini sesuai informasi yang dihimpun, Rabu (27/4/106).

Ketika hal ini dikonfirmasi ke Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Frida Sinaga sedang keluar kota. Saat dihubungi melalui telepon selulernya, Frida tidak mengangkat dan beberapa kali dikirimkan Short Messager Service (SMS) juga tak ada balasan.

Saat hal ini konfirmasi ke Bendahara Dinkes, F Manurung, dia juga mengaku tidak pernah tau dan belum pernah menyalurkan BOK di Kabupaten Tobasa. “Saya sebagai bendahara sejak tahun 2012 hingga sekarang tidak tau dan belum  pernah mengelola dana BOK, mungkin melalui Kantor Pusat Perbendaharaan Negara (KPPN) atau Bidang Pelayanan Kesehatan,” sebut Manurung.