Siantar, hetanews.com - Terdakwa pengoplos minyak solar, Tonny Freddy Pandiangan (39) warga Desa Sibatu-Sibatu Kampung Baru, Jalan Pisang Kipas, Kelurahan Bahsorma, Kecamatan Sitalasari mendapatkan hukuman "telak"  oleh hakim dengan pidana penjara selama 6 bulan dan denda 10 milyar atau subsider 1 bulan penjara apabila denda tidak dibayarkan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 54 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi.

Putusan tersebut dibacakan majelis hakim yang dipimpin Ledis Bakkara dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Selasa (26/04/2016). Atas putusan itu, terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rahma Sinaga menerima yang mana putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap.

Hukuman vonis hakim tersebut lebih ringan daripada tuntutan jaksa yang menuntut agar terdakwa dijatuhi hukuman 1 tahun penjara, dikurangkan seluruhnya dengan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dan denda sebesar 10 milyar atau subsider 2 bulan kurungan.

Diketahui, terdakwa pada Selasa (27/10/2015) sekira pukul 07.30 WIB datang ke SPBU 14.211.209 Parluasan, Jalan Patuan Nagari, Kecamatan Siantar Utara dengan mengendarai sepeda motor jenis Honda GL-PRO warna hitam tanpa plat polisi dengan tujuan untuk membeli BBM Solar Bersubsidi dari SPBU tersebut sambil membawa 6 buah jeregen untuk diisi.

Dan ketika 2 jeregen masih diisi masing-masing 35 liter dengan total 70 liter, terdakwa langsung melakukan pembayaran kepada petugas SPBU karena curiga aksinya diketahui oleh pihak kepolisian. Sehingga terdakwa tidak jadi membeli sebanyak 6 jeregen dan langsung buru-buru pergi meninggalkan tempat tersebut.

Namun, pada sekira pukul 08.00 WIB, ketika sedang melintas di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, terdakwa diberhentikan oleh anggota kepolisian. Oleh karena terdakwa tidak memiliki Badan Usaha yang memiliki izin usaha niaga serta izin pengangkutan BBM Solar Bersubsidi yang sah, maka terdakwa dan barang bukti dibawa ke Polres Siantar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah dilakukan penyidikan, ternyata terdakwa membeli BBM Solar Bersubsidi tersebut untuk dibawa ke gudang disamping rumahnya di Desa Sibatu-Sibatu Kampung Baru Jalan Pisang Kipas Kelurahan Bahsorma Kecamatan Sitalasari Kota Pematangsiantar untuk diolah kembali menjadi Minyak Tanah dan dijual kembali kepada masyarakat dengan harga Rp. 8.500 per liternya. Dan untuk itu, terdakwa memperoleh keuntungan sebesar Rp 1,5 juta setiap bulannya.