HETANEWS.COM

145 Tahun Siantar, Ingin Tau Sejarah dan Bukti, Kunjungi Museum Simalungun

Museum Simalungun di Jalan Sudirman, Kota Siantar. (foto : Armeindo Sinaga)

Siantar, hetanews.com - Tahun 1871, berdiri Kerajaan Siantar yang merupakan cikal bakal Kota Pematangsntar atau yang bisa disebut Siantar.

Tepat pada 24 April ini, Kota Siantar berulang tahun ke 145. Kota tua, lebih tua dua kali lipat dari Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang pada tahun 2016 ini baru berusia 71 tahun.

Kerajaan Siantar yang merupakan cikal bakal kota ini dipimpin oleh Raja Damanik dan raja yang paling terkenalnya yaitu Sang Naualuh Damanik. Untuk melihat bukti-bukti sejarahnya, disarankan mengunjungi heritage Pematang yang di tempat tersebut terdapat Istana Raja Siantar.

Atau mau lihat bukti lain serta sejarahnya, Museum Simalungun di Jalan Sudirman, Kecamatan Siantar Barat masih menyimpan artefak-artefak, alat musik, senjata, peralatan dapur dan uang mata asing yang menjadi bukti-bukti yang dipergunakan pada jaman dahulu.

Ketua Yayasan Museum Simalungun, Jomen Purba saat ditanyai hetanews mengatakan bahwa partisipasi Museum Simalungun ini sangat tinggi untuk sejarah Siantar. Untuk saat ini, mereka selalu mengundang para pelajar untuk mengunjungi museum tersebut agar para pelajar tersebut bisa melihat dan mengetahui secara langsung sejarah-sejarah yang tersimpan di Museum Simalungun.

"Sudah enam tahun, sejak 2010 lalu kami mengirim surat ke sekolah-sekolah untuk cinta budaya dengan mengunjungi Museum Simalungun. Baik itu mulai dari tingkat TK, SD, SMP ataupun SMA sederajat. Kami di sini menjelaskan segala bukti sejarah seperti barang, artefak serta sejarah Kota Siantar dan Simalungun," ujarnya kepada hetanews, Jumat (22/4/2016).

Untuk Museum Simalungun itu sendiri, Jomen menjelaskan, kalau museum tersebut didirikan oleh Tujuh Raja atau yang biasa disebut Raja Marpitu Simalungun tahun 1939. "Mereka (Raja Marpitu) yang mengumpulkan semua barang-barang disini semua. Raja Marpitu terdiri dari Raja Damanik, Raja Sinaga, Raja Purba Dasuha, Raja Purba Tambak, Raja Garingging, Raja Purba Pakpak dan Raja Girsang," kata Jomen lagi.

Tambahnya, pada akhir April ini, Museum Simalungun akan tepat berusia 76 tahun. "Sekitar setahun setelah didirikan museum ini, tepatnya 30 April 1940, musem ini diresmikan. Museum Simalungun ini didirikan agar bukti-bukti sejarah kita tidak hilang," tutur Jomen.

Museum tertua di Provinsi Sumatera Utara ini sudah tiga kali dilakukan pemugaran atau rehab, tetapi tetap tidak menghilangkan ciri khas Simalungun. "Di museum ini berisi artefak, alat musik, senjata, alat rumah, uang dan lain-lain. Ini murni peninggalan raja-raja Marpitu Simalungun tersebut," terangnya.

Selain berisi barang-barang sejarah tersebut, banyak juga terdapat buku-buku sejarah yang bisa diperbanyak (diperjual belikan) untuk para pengunjung yang ingin mengetahui lebih banyak isi sejarahnya.

"Ada buku sejarah, buku adat, kamus, lagu-lagu, kesenian dan hasil-hasil seminar bisa diperbanyak untuk bisa mengetahui sejarahnya lebih dalam," tutup Jomen.

Penulis: ndo. Editor: aan.
Komentar 1
  • Agus Ilyas
    ada baiknya disurati melalui dinas pendidikan terkait untuk menstimulasi minat para warga Siantar/Simalungun khususnya pelajar di sekolah akan cinta budaya yang ada di tanah Simalungun

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!