HETANEWS
CITIZEN JOURNALISM

Oknum Anggota Brimob Tebingtinggi Mencuri Dihukum 5 Bulan, Jaksa Banding

Persidangan dengan terdakwa Brigadir Seriusman Fafonao

Tebingtinggi, Hetanews.com - Brigadir Seriusman Fafonao yang bertugas di Brimob Den B Tebingtinggi, Rabu (20/4/2016) dihukum majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi selama 5 bulan penjara  atas kasus pencurian.

Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa dengan 1 tahun. Sebelumnya, terdakwa juga pernah dihukum atas kasus narkotika di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Balai dengan putusan rehab.

Dengan adanya putusan 5 bulan penjara membuat JPU Dwi Novianto dan Yoyok Adi Syahputra dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebingtinggi mengajukan banding dalam perkara tersebut.

Dalam dakwaan dan keterangan saksi di persidangan, diketahui bahwa terdakwa bersama rekannya Muis Tafa pada hari Kamis tanggal 12 November 2015 di Jalan Ahmad Yani No111 Kota Tebingtinggi tepatnya di Barak Lajang Mako Brimob Den B Tebingtinggi terbukti melakukan tindak kejahatan pencurian.

Terdakwa yang sedang melaksanakan piket mengambil buku tabungan milik saksi korban juga adik juniornya, Muhammad Isfah Wardana Siregar yang berada di kamar barak lajang mako Brimob.

Melihat saldo sebesar Rp 5 juta dalam buku tabungan tersebut, terdakwa kemudian menghubungi Muis Tafa melalui handphone (HP) menanyakan cara mengambil uang dengan buku tabungan milik orang lain.

Selanjutnya Muis Tafa menjelaskan kepada terdakwa, bahwa yang diperlukan adalah buku tabungan dan fotocopi Kartu Tanda Pengenal (KTP). Setelah itu terdakwa membersihkan ruang bendahara dan menemukan fotocopy KTP milik saksi korban.

Kemudian terdakwa kembali menghubungi Muis Tafa melalui HP untuk memberitahukan bahwa dirinya sudah menemukan fotocopi KTP Muhammad Isfah Wardana Siregar.

Selanjutnya pada hari Jumat tanggal 13 November 2015 terdakwa menemui Muis Tafa di Indrapura, Kabupaten Batubara untuk dapat mencairkan uang tabungan milik saksi korban di Bank Sumut Syariah unit Indrapura. Usai mengisi dan menandatangani slip penarikan uang atas nama Muhammad Isfah Wardana Siregar, terdakwa berhasil melakukan penarikan uang sebesar Rp 3,5 juta dari teller bank.

Kemudian dengan cara yang sama terdakwa kembali melakukan penarikan uang sebesar Rp 1 juta di Bank Sumut Syariah unit Indrapura. Lalu terdakwa memberikan uang sebesar Rp 1 juta kepada Muis Tafa.

Selasa tanggal 24 November 2015, terdakwa kembali mengambil buku tabungan yang di dalamnya terdapat fotocopy KTP milik Rahmad Agus Siregar yang juga berada di Barak Lajang Mako Brimob Den B Kota Tebingtinggi tersimpan pada laci dalam lemari.

Rabu tanggal 25 November 2015 terdakwa menghubungi Muis Tafa untuk bertemu di kawasan Simpang Medan Kota Tebingtinggi, dan melakukan penarikan uang sebesar Rp 2,8 juta milik Rahmad Agus Siregar dari teller Bank BRI unit Dolok Masihul. Hingga akhirnya perbuatan terdakwa terbongkar.

Akibat perbuatan terdakwa tersebut, saksi Muhammad Isfah Wardana Siregar dan Rahmad Agus Siregar mengalami kerugian sebesar Rp 4,5 juta dan 2,8 juta. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 Ayat 1 ke-4 jo pasal 64 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

JPU Dwi Novianto mengatakan, hukuman buat terdakwa Brigadir Seriusman Fafonao terlalu ringan dibanding tuntutan jaksa. “Kita akan banding atas putusan tersebut,” ujarnya.

Penulis: ardiansyah. Editor: aan.