HETANEWS

Ribuan Pedagang Akan Demo Lagi, Pasar Tradisional Siantar Dipastikan Lumpuh

Ribuan massa dari Aliansi pedagang pasar tradisional perusahaan daerah pasar horas jaya Siantar melakukan aksi demontrasi di kantor DPRD Kota Siantar menolak kenaikan retribusi sebesar 300 persen, Rabu (6/4/2016).(Foto: Lazuardy Fahmi)

Siantar, hetanews.com - Tidak ada titik temunya dalam audensi  antara Aliansi Pedagang Pasar Tradisional Siantar dengan pihak PD Pasar Horas Jaya dan Pj Walikota yang di laksanakan pada Senin (18/04/2016) siang di Rumah Dinas Walikota, membuat para pedagang merasa bahwa Pemko Siantar jelas-jelas tidak memihak kepada para pedagang.

Dengan itu, Aliansi Pedagang Pasar Tradisional Siantar akan kembali mengajukan tuntutannya dengan berdemonstrasi lagi. Demonstrasi mereka kali ini akan melibatkan lebih banyak lagi para pedagang dibandingkan demonstrasi mereka sebelumnya beberapa waktu lalu.

Ketua Aliansi Pedagang, Agus Butar-butar mengatakan kalau mereka sudah melakukan koordinasi dengan seluruh pedagang untuk melakukan aksi demonstrasi yang lebih besar lagi. Dan atas hasil audensi yang tidak dapat hasilnya, pedagang setuju akan usulan untuk turun kejalan lagi.

"Akan ada ribuan pedagang yang akan demo lagi. Pokoknya lebih banyak dari demo sebelumnya. Targetnya estimasi massa hingga 5.000 orang. Kalau waktu demonya, dalam waktu dekat inilah. Ini demo melibatkan murni pedagang tradisional dan bisa dipastikan kalau Pasar Horas dan Pasar Dwikora akan lumpuh total," ujarnya ketika dihubungi hetanews via selular, Rabu (20/04/2016).

Ia juga menyinggung mengenai pernyataan Dirut PD Pasar Horas Jaya, Setia Siagian saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Siantar, Senin (18/04) lalu, yang menyatakan kalau ada 80 pedagang yang sudah setuju dengan kenaikan retribusi pasar. Namun, Agus jelas membantah pernyataan tersebut.

"Mana ada 80 pedagang yang setuju itu. Sudah kami tanya-tanya semua. Mungkin yang dimaksudkan Setia itu pedagang yang merupakan antek-anteknya makanya katanya ada pedagang yang setuju," tambah Agus Butar-butar lagi.

Terakhir, Agus juga menyinggung hitung-hitungan Setia Siagian mengenai persentase kenaikan retribusi pasar yang mengatakan kalau kenaikan tersebut bukan 300 %, melainkan 200 %. "Ntah gimana hitung-hitungannya. Dibilangnya 200 %, padahal jelas-jelas 300 %. Contohnya saja untuk retribusi pasar untuk kelas 4, tarif lama sebesar Rp 6.600 perbulan, naik dengan tarif baru menjadi Rp 19.800 per bulan.

Untuk kelas 3, tarif lama Rp 7.200 per bulan naik menjadi 21.600 perbulan. Kemudian, untuk kelas 2, tarif sebelumnya Rp 7.800 per bulan menjadi Rp  23. 400 per bulan. Kemudian untuk retribusi kelas 1, tarif lama sebesar Rp 8.400 per bulan, naik menjadi Rp 25.200 per bulan," tutup Agus Butar-butar.

Penulis: ndo. Editor: des.