Tebingtinggi, hetanews.com  - Arifin alias Apin Lehu (40) resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan sabu seberat 17,06 gram dan 20 butir pil ekstasi, usai dilakukan gelar perkara di Polres Tebingtinggi, Senin (18/4/2016).

Baca: (http://www.hetanews.com/article/50253/warga-tebingtinggi-tangkap-apin-lehu).

Namun, usai melakukan gelar perkara, Selasa (19/4/2016) Polres Tebingtinggi melakukan mutasi jabatan Kepala Satuan (Kasat) Reserse Narkoba yang semula dijabat AKP Sugeng Wahyudi Santoso digantikan AKP Burju MH Siahaan.

Apin yang awalnya dijerat pasal sementara 112 (2) junto pasal 127 kini diubah menjadi pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 Undang - Undang (UU) No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, pasca dilakukan gelar perkara.

Baca: (http://www.hetanews.com/article/50331/alasan-miliki-surat-rehab-apin-lehu-dijerat-pasal-112-dan-127-bukan-pasal-114-ada-apa).

"Benar, Apin Lehu ditetapkan pasal 114 (2) dan 112 ayat (2). Hukumannya itu seumur hidup," tegas Burju yang menjabat sebagai orang nomor satu bidang narkoba Polres Tebingtinggi, Selasa (19/4/2016).

Api Lehu disebut - sebut merupakan bandar narkoba tersohor di Siantar Simalungun. Bahkan, belakangan ia juga diduga telah berkembang menjalankan bisnisnya itu hingga ke Kota Tebingtinggi.

Saat ditangkap warga Tebingtinggi, Sabtu (16/4/2016), barang bukti yang didapat dari Apin Lehu yakni, 2 bungkus plastik transparan diduga sabu dengan berat bruto 17,06 gram, 20 butir pil diduga ekstasi dengan rincian warna  hijau 12 butir, warna biru 2 butir dan 6 butir warna hijau muda, 1 buah kaca pirek, 9 lembar alumunium foil dan uang sebesar Rp 1.085.000.

Baca: (http://www.hetanews.com/article/50254/ini-ekspresi-wajah-apin-lehu-saat-ditangkap-bersama-barang-bukti-sabu-dan-ekstasi).