HETANEWS.COM
CITIZEN JOURNALISM

Pahala Sitorus: Apin Lehu Punya Catatan Hitam, Polisi Bisa Gunakan Pembuktian Terbalik

Dua foto berbeda saat Apin Lehu memegang barang bukti narkoba di kantor Sub Denpom Tebingtinggi (kiri) dan Polres Tebingtinggi (kanan)

Tebingtinggi, hetanews.com - Anggota DPRD Kota Tebingtinggi, Pahala Sitorus angkat bicara mengenai penerapan pasal yang dikenakan Polres Tebingtinggi terhadap Apin Lehu (40) yang disebut - sebut sebagai bandar narkoba.

Politisi dari Partai Golkar ini menilai, jika polisi mengacu pada peristiwa ditangkapnya Apin Lehu oleh warga Tebingtinggi, Sabtu (16/4/2016), maka pasal 112 ayat 2 junto pasal 127 Undang – Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang diterapkan dinilai sudah benar. “Namun Apin Lehu punya catatan hitam terhadap narkoba, polisi bisa menggunakan pembuktian kebelakang (terbalik), bahkan dalam pemberantasan narkoba,” sebut Pahala, Minggu (17/4/2016). Baca: (http://www.hetanews.com/article/50329/apin-lehu-akhirnya-dijerat-pasal-berlapis).

Anggota dewan tiga periode ini menuturkan, polisi bisa gunakan UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Cara dengan mencek rekening atau perputaran uang Apin Lehu. Selanjutnya dicek profesi yang dilakoni Apin Lehu selama ini.

“Ketika terbukti ada aliran uang begitu besar di rekening Apin Lehu atau keluarganya, sementara dirinya tak punya profesi yang memungkinkan perputaran uang seperti itu, tentu bisa dikenakan UU Pencucian Uang terhadap statusnya sebagai bandar. Kalau dia pengguna tak mungkin punya uang sebanyak itu,” ucap Pahala.

Dia juga menegaskan, polisi jangan hanya berhenti dengan peristiwa penangkapan Apin sebagai acuan menetapkan pasal. Menurutnya, polisi punya hak untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Jika melihat yang didepan mata bukan penyidik namanya, melainkan masyarakat biasa. Polisi harus memproses dan menginvestigasi siapa sebenarnya Apin Lehu,” sebutnya. Baca: (http://www.hetanews.com/article/50253/warga-tebingtinggi-tangkap-apin-lehu).

Anggota DPRD Tebingtinggi, Pahala Sitorus

Pahala menegaskan, jika dirinya punya komitmen pemberantasan narkoba, dan itu dibuktikan ketika langsung bertemu dengan petinggi Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat. Ini sebagai upaya yang dilakukan dalam pengurusan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tebingtinggi yang sudah kelihatan hasilnya. “BNNP Sumut sudah melakukan pelatihan pada pegawai yang akan difungsikan di BNNK Tebingtinggi. Artinya ini komitmen saya menyatakan perang terhadap narkoba tak perlu diragukan lagi,” sebut Pahala.

Lebih lanjut Pahala menyatakan, telah beberapa kali membuat statment (pernyataan) di media supaya seluruh anggota dewan DPRD Tebingtinggi dites urine. Artinya jika terbukti mengkonsumsi narkoba, Pahala menyarankan agar mundur menjadi anggota dewan sebagai tanggung jawab moral.

Penulis: aan. Editor: aan.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!