HETANEWS

Alasan Miliki Surat Rehab, Apin Lehu Dijerat Pasal 112 dan 127 Bukan Pasal 114, Ada Apa?

Barang bukti sabu, ekstasi dan uang yang ditemukan dari Apin Lehu

Tebingtinggi, hetanews.com - Polres Tebingtinggi akhirnya mengenakan pasal 112 ayat 2 junto pasal 127 Undang - Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika terhadap Apin Lehu (40) atau Arifin yang disebut - sebut sebagai bandar narkoba asal Kota Siantar.

Kasat Narkoba Polres Tebingtinggi AKP Sugeng Wahyudi Santoso dikonfimasi melalui seluler, Minggu (17/4/2016), beralasan pihaknya menjerat pasal 112 ayat 2 juncto pasal 127, karena Apin Lehu memiliki surat rehabilitasi (rehab). “Dia (Apin Lehu) punya surat keterangan rehab.Itu kan pasal berlapis dan junto pasal 127 karena ada surat rehab,” sebut Sugeng.

Diketahui pasal 112 ayat 2 berbunyi, dalam hal perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi lima gram, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup. Atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling.

Sementara pasal 127 UU Nomor 35 tahun 2009 menyatakan bahwa setiap penyalahguna narkotika golongan I bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

Hal ini memunculkan pertanyaan besar mengapa Polres Tebingtinggi tak menjerat warga Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Baru, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar itu dengan pasal 114 ayat 1 berbunyi mengenai perbuatan mengedarkan, menjual dan perantara narkotika golongan I. Ayat 2 nya disebutkan yang dimaksud pada ayat 1 dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20  tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Sugeng menuturkan, pihaknya tak mengenakan pasal 114 karena pada saat Apin Lehu ditangkap warga dan dilakukan penggeledahan maka ditemukan barang bukti narkoba, bukan sedang melakukan transaksi jual beli. Ini yang membuat pihaknya fokus menjerat Apin Lehu dengan pasal 112. “Itu urusan dari Kejaksaan dan hakim, kami hanya mendakwa,” sebut Sugeng saat ditanya jika memiliki sabu diatas 5 gram merupakan kategori pengedar.

Mengenai adanya kemungkinan Apin Lehu akan dijerat pasal tambahan, Sugeng belum dapat memastikan hal itu. “Nantilah tergantung bagaiamana hasil pemeriksaan,” sebutnya.

Sebelumnya Sugeng menuturkan barang bukti yang didapat dari Apin Lehu yakni,  2 bungkus plastik transparan diduga sabu dengan berat bruto 17,06 gram, 20 butir pil diduga ekstasi dengan rincian warna  hijau 12 butir, warna biru 2 butir dan 6 butir warna hijau muda, 1 buah kaca pirek, 9 lembar alumunium foil, uang sebesar Rp 1.085.000.

Penulis: bt. Editor: aan.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.