HETANEWS

Sopir dan Pemilik Angkot di Gresik Antusias Gunakan Bahan Bakar Gas

Salah satu angkot di Kabupaten Gresik yang mendapat pemasangan converter kit secara gratis.

GRESIK, hetanews.com – Usaha pemerintah untuk mengalihkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) menjadi bahan bakar gas (BBG) mendapat respons positif dari para sopir dan pemilik angkot di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Pemkab Gresik tengah menggalakkan penggunaan BBG di lingkungannya bekerja sama dengan PGN Gagas Energi Indonesia. Mobil angkutan kota yang beroperasi di wilayah Gresik mendapat pemasangan converter kit tipe 1 berkapasitas 10 liter setara premium (lsp) secara gratis. Padahal, harganya saat ini mencapai Rp 15 juta per unit.

“Sudah sejak lama saya ingin menggunakan BBG, sebab saya sudah merasakan sendiri bagaimana memakai kendaraan berbahan bakar gas saat masih berada di Jakarta. Kebetulan ini ada program pemasangan converter gratis, jadi klop,” ungkap Abdul (57), pemilik angkot jurusan Surabaya-Gresik (SG), Sabtu (16/4/2016).

Bekerja sama dengan Gagas Energi Indonesia, Pemkab Gresik memang memfasilitasi pemasangan converter kit secara gratis bagi angkot sejak Rabu (13/4/2016) lalu hingga beberapa hari mendatang. Pemasangan tabung dan seperangkat alat pada angkot tersebut dilaksanakan di tempat parkir belakang kantor Bupati Gresik.

“Apakah bisa converter kit BBG dipasang di kendaraan tua? Mengingat angkot di Gresik rata-rata buatan antara tahun 1988 sampai 2008. Kalau bisa, saya juga ingin angkot saya dipasangi converter kit,” tutur salah satu sopir angkot yang lain, Romli (54).

Demi Yamiardi mewakili PGN Gagas mengklaim, pemasangan alat tersebut sudah sesuai dengan standar operasional dan keamanan yang telah ditetapkan. Terlebih sebelum agenda pemasangan dilakukan, Pemkab Gresik dan PGN Gagas sudah lebih dulu melakukan sosialisasi.

“Memang sebaiknya mobil tidak terlalu tua, karena converter kit yang kami berikan ini bisa bertahan lama. Terlalu sayang kalau dipasang di angkot tua. Karena belum berapa lama, ternyata ada peremajaan,” kata Demi.

Namun tidak semua angkot di Gresik sudah dipasangi converter kit, lantaran stok awal masih cukup terbatas.

“Tahap awal, kami hanya dijatah 9 unit converter kit yang didanai dari CSR (Corporate Social Responsibility) PGN Gagas. Namun setiap tahun nantinya, akan kami usulkan untuk ada pemasangan lagi,” ujar Kepala Bagian Administrasi Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Gresik, Adiana Setiawati.

Menurut data bagian administrasi SDA Gresik, sampai saat ini, total kendaraan yang telah terpasang converter kit BBG sebanyak 81 unit. Dengan rincian, kendaraan dinas milik Pemkab Gresik sebanyak 51 unit, kendaraan milik Yayasan Petrokimia Gresik 2 unit, kendaraan milik PT Smelting 1 unit, kendaraan milik Pembangkit Jawa-Bali (PJB) Gresik sebanyak 18 unit, dan kendaraan angkot 9 unit.

Melihat animo masyarakat Gresik, terutama pemilik dan sopir angkot yang begitu besar untuk memakai BBG, koordinator wilayah II PGN Gagas M Hakim Haryono berharap agar semua pemilik angkot bisa mendapat converter kit secara gratis.

“Sebaiknya, para sopir membentuk paguyuban pemakai gas. Dan, nantinya setelah terbentuk, akan kami ajukan ke pusat. Atau, kalau mau, masuk ke program kami, semacam kontrak dengan pemakaian minimal 10 lsp sehari,” papar Hakim.

sumber: kompas.com

Editor: edo.