Siantar, hetanews.com - Dua orang Pelajar SMP, mengalami kecelakan di daerah Tiga Balata, Kabupaten Simalungun, dengan menggunakan sepeda motor, Jumat (15/4/2016). 

Dalam kecelakaan tersebut, Josua Sitorus siswa Kelas 3 SMP Negri 1 Dolok Panribuan meninggal dunia dan temannya Simon Kristian Silitonga, siswa kelas 2 SMP Negeri 1 Dolok Panribuan, mengalami kritis dan sedang dilakukan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Djasamen Saragih.

Berdasarkan informasi, tabrakan tersebut melibatkan satu uni sepeda motor Suzuki Satria FU warna putih dan bus Antar Lintas Sumatera (ALS). Awalnya, Josua meminta temannya Simon mengantarkannnya dengan mengendarai sepeda motor Satria FU.

Naas, sesampainya ditikungan Pasar Baru, Jalan Parapat, Nagori Dolok Tomuan, Kecamatan Dolok Panribuan, kecelakaan pun terjadi ketika Simon mencoba mendahului mobil yang ada didepannya. Dari arah berlawanan muncul bus Antar Lintas Sumatra (ALS), sehingga Simon tidak dapat mengelak dan menabrak Bus tersebut.

Simon Silitonga korban laka lantas di Dolok Panribuan saat menjalani perawarat di instalasi gawat darurat di RSUD Dr Djasamen Saragih , Jumat (15/4/2016). (Foto: Lazuardy Fahmi)

Akibatnya, Josua tewas di tempat dengan luka pada bagian wajahnya dan temannya Simon kritis dengan luka pada bagian kaki dan wajah.

Ibu Josua, Boru Siahaan yang tiba ke Kamar Mayat RSUD, menanyakan kepada keluarganya apakah anaknya masih hidup. "Adong do, adong do (masih adanya)," ucap Boru Siahaan setibanya di RSUD.

Orang tua Josua Sitorus menangis histeris sewaktu mengetahui anaknya sudah meninggal saat berada di kamar jenazah RSUD Dr Djasamen Saragih, Jumat (15/4/2016). (Foto: Lazuardy Fahmi)

Setelah dijelaskan, Boru Siahaan langsung menangis hingga terjatuh, tampak boru Siahaan seakan tidak percaya anak pertamanya tersebut telah tiada. "Namar nipi do ahu, amang songonon do i baen si Josua on tu ahu, nyesal nai ahu tu balian nakking (yang mimpinya aku, aduh beginilah kau bikin sama ku Josua, menyesal kali aku tadi ke Sawah)," isaknya dengan tatapan kosong.

Keluargapun menasehati dan menabahkan hati boru Siahaan. "Lepason ma, papuas ma, unang melamun ho, puasson ma tangis, tangiangkkon asa i terima Debata ibana (lepaskanlah, puaskanlah, jangan melamun kau, puaskanlah menangis, berdoalah supaya diterima Tuhan dia," ucap keluarganya.

Berdasarkan informasi wartawan dari keluarganya J Sitorus, Josua selalu jalan kaki pulang sekolah. "Entah kenapa dia minta mengantarkan kawannya," ceritanya.