HETANEWS

Eliakim Bilang DPRD Siantar Kecolongan Kenaikan Tarif Retribusi

Ketua DPRD Kota Siantar dan anggota DPRD, saat menerima aliansi pedagang pasar tradisional Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya Pematangsiantar yang melakukan aksi demontrasi di kantor DPRD Siantar, menolak kenaikan retribusi sebesar 300 persen dan menuntut mencopot Kadis Pasar Setia Siagian, Rabu (6/4/2016). (Foto : Lazuardy Fahmi)

Siantar, hetanews.com - Ucapan dari Ketua DPRD Kota Siantar Eliakim Simanjuntak kembali menuai kontroversi. Bagaimana tidak, saat menjawab aspirasi dari masyarakat, Eliakim mengucapkan kenaikan tarif retribusi tanpa diketahui oleh DPRD Siantar dan DPRD kecolongan, Rabu (06/04/2016).

Sedangkan, Ketua Komisi II Togar Sitorus juga sempat salah berbicara menyebutkan distribusi bukan retribusi. "Saya sangat prihatin bagaimana keluhan bapak ibu rekan-rekan pedagang, orang tua saya juga pedagang, dan saya juga mantan pedagang.

Di Siantar pedagang 60 persen, kami juga terkejut distribusi sampai 300 persen, belum ada persetujuan dari DPRD, kami akan terima dulu apa keluhan-keluhan dari pada pedagang," ucapnya.

Sedangkan, Wakil Ketua Pimpinan DPRD Siantar Timbul Lingga menyebutkan DPRD hanya sebagai mediasi bukan eksekutor. "Telah kami terima, tugas DPRD hanyalah mediasi dan fasilitator, kami atas nama lembaga siap berjuang bersama pedagang," katanya

Tongam Pangaribuan juga menolak atas kenaikan tarif retribusi pasar. "Bulan maret 2016 telah dinaikkan, saya tidak setuju dengan kenaikan retribusi," sebut Tongam.

Hendra Pardede juga ikut angkat bicara. Dia juga menolak dan mengatakan siap ikut turun dengan pedagang. "Saya pribadi siap ikut turun pedagang, karena saya juga ikut menolak kenaikan tarif pasar," kata Hendra.

Diakhir, Ketua DPRD Eliakim Simanjuntak malah menjawab dengan ucapan yang kontraversi. "Tuntutan bapak sudah kita terima, kami bukan eksekutor, bukan kewenangan DPRD kenaikan retribusi, itu atas dasar perwa, kecolongan DPRD, akan menyurati Pemko untuk memberhentikan kenaikan tarif," katanya.

Mendapati itu, Agus Butar-butar mempertanyakan kualitas dari DPRD Kota Siantar. "Kualitasnya mana kok bisa kecolongan, DPRD tidak berani karena DPRD Mandul," katanya.

Penulis: tom. Editor: des.