HETANEWS

Bertabur Pemain Bintang, PPKS Marihat Favorit Juarai Union Cup 2016

Tim PPKS Marihat Simalungun (foto : Humas Pemko Siantar)

Catatan: Armeindo Sinaga

Simalungun, hetanews.com  - PS PPKS Marihat Kabupaten Simalungun membawa banyak pemain bintang untuk mengikuti turnamen tahunan Union Cup ke VIII tahun 2016. Union Cup ini diadakan untuk memperingati Hari Jadi Kota Siantar setiap 24 April.

Jadi, walaupun lokasi pertandingan di Kabupaten Simalungun tepatnya di Stadion Mardjans Saragih, Kodim 0207/Simalungun, yang menjadi tuan rumah adalah Siantar dengan membawa timnya Pemko Siantar.

Tetangga Kota Siantar, yaitu Kabupaten Simalungun, dalam turnamen Union Cup ini diwakilkan oleh PS PPKS Marihat. Tim ini sudah menginjakkan kakinya di semi final. Dan akan bermain beberapa hari kedepan lagi.

Tim PPKS Marihat ini dalam tiga pertandingan yang sudah dijalaninya, selalu berhasil cleansheet alias bisa menjaga gawangnya dari kebobolan. Dan menggolkan, sudah 12 gol yang berhasil dijaringkan pemain dari PPKS Marihat.

Sangat mencegangkan memang melihat selisih memasukkan dan kemasukan mereka. 12 gol berbanding nol. Tetapi, setelah kita melihat komposisi pemain, hal ini tidaklah mencegangkan. PPKS Marihat ini memiliki 4 pemain asing dan beberapa pemain lokal yang berlabel bintang untuk turnamen sekelas Union Cup ini.

Di pemain asing tersebut yakni Ronald Fagundes dari Uruguay, Julio Eduardo dari Chili, Olysa Yakhno dan Anthony Etim dari Nigeria.

Pemain PPKS Marihat Ronald Fagundes bersama kru hetanews, Armeindo Sinaga (foto: Istimewa)

Pencinta sepakbola Indonesia pasti masih ingat dengan Ronald Fagundes. Playmaker kidal dengan umpan-umpan terukur. Ronald Fagundes ini dikenal ketika menjadi trio asing menakutkan di Persik Kediri. Di tahun 2006, Fagundes bersama Danilo Fernando dan Christian "El Loco" Gonzales berhasil membawa Persik Kediri juarai liga teratas Indonesia dan berhak tampil di AFC Cup.

Untuk tiga pemain asing lainnya tidak terlalu menonjol di dunia persepakbolaan Indonesia. Di Union Cup ini, Olysa Yakhno cukup bermain baik di posisi bek tengah. Postur tubuh besar dan tinggi seakan-akan sudah membuat kalah pemain lokal dalam duel fisik. Sementara itu, Julio Eduardo dan Anthony Etim bermain baik sebagai duet privot di depan para pemain bertahan.

Sementara pemain lokal, PPKS Marihat bisa dikatakan memiliki pemain kualitas bintang untuk turnamen sekelas Union Cup ini. Ada Affan Lubis, mantan pemain sekaligus kapten PSMS Medan, juga ada Andre Sitepu, mantan pemain PSMS Medan dan kini bermain di Persinga Ngawi. Dan ada Johan Simanjuntak, top skor sementara turnamen Union Cup ini dengan 5 gol.

Affan Lubis, walaupun sudah berumur, pemain ini masih bisa bermain bagus dalam turnamen ini. Bahkan, sempat dengar kabar kalau ia ditawari untuk kembali bermain di PSMS Medan. Untuk Andre Sitepu, bek tangguh eks PSMS Medan dan kini bermain di Persinga Ngawi. Sempat membawa Persinga Ngawi lolos ke final Piala Kemerdekaan. Namun, difinal kalah atas mantan timnya, PSMS Medan.

Kalau untuk Johan Simanjuntak, dirasa tidak perlu banyak dibahas. Masyarakat pencinta sepakbola di Siantar Simalungun jelas kenal siapa pemain berpostur kecil ini. Karena Johan memang sudah malang melintang di berbagai turnamen sepakbola di Sumatera Utara maupun diluar provinsi ini. Masyarakat sudah pasti sangat kenal dengan topskor sementara Union Cup ini.

Terakhir, siapakah lawan ideal PPKS Marihat Simalungun di partai final yang akan bisa minimal buat repot tim tersebut baik disisi pertahanan ataupun penyerangan. Saya berbincang-bincang dengan beberapa penonton setia Union Cup 2016 ini. Rata-rata jawaban mereka ada di tiga tim, yaitu PS Pemko Tebingtinggi, PSAD Kodam I/BB dan TGM Medan.

Namun ada sebetulnya berharap PS Pemko Siantar bisa masuk final. Namun, sepertinya hal tersebut susah. "Sebetulnya inginnya Pemko Siantar yang masuk final lae, tapi kayaknya itu susah. Permainannya saja kurang bagus," ujar salah seorang penonton.

Namun sayang, keinginan penonton untuk menjadi penantang PPKS Marihat di final itu sepertinya tidak akan terjadi. Alasannya, PS Pemko Tebingtinggi yang bermain apik dibabak grup sudah tumbang di babak 8 besar (perempat final) dengan dramatis melalui babak adu penalti melawan Persetara AEP Torgamba Labusel.

Sedangkan PSAD Kodam I/BB tidak akan bisa jumpa di final PPKS Marihat. Karena apabila PSAD menang melawan PS Pemko Siantar di babak 8 besar besok, Senin (4/4/2016), maka PSAD akan langsung berjumpa dengan PPKS Marihat di babak semifinal. Jadi, PPKS Marihat akan bermain lebih ekstra untuk mengalahkan PSAD Kodam untuk memperebutkan satu tiket ke final karena PSAD Kodam salah satu favorit juga.

Untuk menjadi opsi terakhir lawan PPKS Marihat yaitu TGM Medan yang merupakan juara Union Cup tahun 2015 lalu. Namun sayang, TGM Medan juga sudah tumbang di babak 8 besar setelah kalah adu penalti melawan Harjuna Binjai.

Disayangkan memang, beberapa keinginan penonton untuk final ideal tidak terlaksana. Jadi lebih baik kita tunggu saja apakah Persetara AEP Torgamba atau Harjuna Binjai yang menjadi lawan PPKS Marihat di final apabila bisa menang melawan PSAD Kodam.

Penulis: ndo. Editor: aan.