Simalungun, hetanews.com -  Dalam rangka mendorong gerakan pariwisata khususnya di kawasan Danau Toba, Pemkab Simalungun melakukan berbagai aktifitas kegiatan bagi masyarakat sebagai terobosan baru.

Salah satunya adalah lomba masak memasak yang merupakan warisan leluhur yaitu masakan tradisional khas kawasan Danau Toba ‘Natinombur dan Napinadar’.

“Ini merupakan salah satu momen untuk mendorong masyarakat Simalungun khususnya di kawasan Danau Toba untuk bersama-sama dengan pemerintah dalam mendorong majunya pariwisata di Kabupaten Simalungun,” kata Penjabat (Pj) Bupati Simalungun Binsar Situmorang, ketika meninjau kegiatan lomba masakan tradisional khas kawasan Danau Toba, di objek wisata Simajarunjung Kecamatan Dolok Pardamean, Senin (28/3/2016).               

Lomba masakan tradisional khas kawasan Danau Toba tersebut terlaksana atas kerja sama Pemkab Simalungun dengan Yayasan Abadi Hijau Cita Perkasa (AHCP) Medan dalam meningkatkan kreatifitas masyarakat.

Binsar berharap kedepan tidak hanya kuliner lokal yang akan dikembangkan, tapi pemkab juga akan mengembangkan banyak jenis kuliner lain, sehingga masyarakat terus berpartisipasi dan berkreasi serta dapat terus bersama dengan pemerintah memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Simalungun

Binsar juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan AHCP yang turut berperan dalam mempromosikan masakan khas Danau Toba. Diharapkan tidak hanya hanya masakan saja, tapi kegiatan-kegiatan lain seperti pelestarian lingkungan, karena di Kabupaten Simalungun ada 7 kecamatan yang langsung menghadap Danau Toba dengan panjang garis pantai + 70 Km mulai dari Kota Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon sampai Bage Kecamatan Pamatang Silimakuta.

Menyinggung akan terbentuknya Badan Otoritas Kawasan Danau Toba, Pj Bupati Bupati mengharapkan dapat membantu pemerintah dalam memfasilitasi infrastruktur seperti jalan lingkar kawasan Danau Toba, sehingga dapat mendukung objek-objek wisata lainnya di Kabupaten Simalungun khususnya kawasan Danau Toba semakin lebih baik.

Terkait dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Binsar mengatakan dalam menghadapi MEA, salah satu upaya yang akan dilakukan oleh Pemkab Simalungun adalah meningkatkan sumber daya manusia bagi masyarakat sehingga akan memudahkan dalam berkomunikasi dengan para tamu yang akan di Kabupaten Simalungun. Disamping itu, Pemkab juga akan melakukan pembenahan pada fasilitas pendukung seperti infrastruktur, kesehatan, lingkungan termasuk perusahaan-perusahan yang disekitar Danau Toba, sehinga semua dapat bersinergi dan bersama-sama dalam memajukan Simalungun.

Ketua Yayasan AHCP Murni Huber Tobing mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan adalah untuk membantu pemerintah dalam memajukan arus wisata di Danau Toba, dengan mengajak masyarakat untuk berkreasi menciptakan masakan yang spesial, berkualitas, dan higenis, sehingga diharapkan Simalungun menjadi barometer kawasan Danau Toba. Karena menurutnya, banyak wisatawan domestik yang menggemari masakan tradisional masyarakat di kawasan Danau Toba.  

“Jadi kami berharap sebelum MEA masuk kita sudah punya ini (makan khas) yang dikemas dengan baik dan pemenang nantinya diberikan sertifikat internasional disponsori o Butter on Office Kuala Lumpur Malaysia disamping dana pembinaan dan hadiah lainnya,” ungkap Murni sembari menambahkan, pihaknya juga menginginkan Simalungun sebagai daerah hijau karena setiap peserta lomba diberi bibit pohon untuk ditanam sekaligus merawatnya dikawasan Danau Toba.