Siantar, hetanews.com - Dalam Aksi Demo Mahasiswa Cipayung dan Saling (Sahabat Lingkungan), dalam pemberantasan Narkoba di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Jalan Keselamatan Kelurahan Sukadame Kecamatan Siantar Utara, Senin (21/03/2016), Kasi Pencegahan BNN Siantar Kompol Artur Pasaribu menyebutkan BNN siap di test urine jika mahasiswa menyebutkan BNN juga sebagai pemakai narkoba bahkan bandar narkoba.

Hal itu diucapkan Artur, sebab, salah satu pendemo yakni Ketua PMKRI Alfredo Saragih menyebutkan dalam orasinya bahwa BNN memiliki kepanjangan Bandar Narkoba Nasional. "Saat ini BNN telah bermetamorfosa menjadi Bandar Narkoba Nasional Indonesia, karena banyak anggota BNN yang memakai bahkan menjadi bandar narkoba terbesar di Siantar," Kata Alfredo.

Menanggapi itu, Artur pun mengatakan BNN siap untuk dilakukan test urine, dan jika terbukti mereka siap untuk dipecat. "Yang mensahkan nama BNN itu adalah Presiden, jangan dipleset-plesetkan, dan kami siap untuk ditest urine untuk membuktikan jika kami tidak menggunakan Narkoba, dan akan terbuka untuk umum," ucap Artur.

Lebih jauh, Artur meminta kepada Mahasiswa untuk menunjuk anggotanya yang terlibat dalam jaringan narkoba. "Tunjuk siapa anggota saya yang terlibat akan langsung saya proses dan saya pecat, kami siap dipecat jika terbukti terlibat dalam narkoba," tutur Artur.

Hal ini menimbulkan pertanyaan di Masyarakat sekaligus menimbulkan keraguan, pasalnya Pemerintah Kota (Pemko) Siantar dan BNN telah siap untuk dilakukan test urine, nah bagaimana dengan DPRD Siantar, masihkah mempermasalahkan anggaran?