Siantar, hetanews.com - Harga cabai merah dan bawang, mengalami kenaikan yang cukup tinggi, hari ini Jumat (18/3/2016). Hal ini membuat pedagang maupun pembeli “menjerit”.

Bagaimana tidak, bagi pedagang dengan kenaikan harga tersebut, penjualan pun menurun lantaran pembeli yang berkurang. Sedangkan bagi pembeli, mereka terpaksa harus membeli barang komoditi tersebut dengan harga mahal demi memenuhi kebutuhan dapur di rumah.

Salah seorang pedagang Pasar Horas, Pak Juli Butarbutar, mengatakan harga cabai merah naik sekitar 5 ribu per kilogram dari harga biasanya. Disebutkan, harga cabai merah yang sebelumnya Rp 35 ribu kini naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

“Sebelumnya harga cabai masih Rp 35 ribut, tapi tadi pagi sudah naik jadi Rp 40 ribu,” ujarnya.

Selain itu,  harga bawang merah juga ikutan naik. Dari harga sebelumnya Rp 38 ribu, kini naik menjadi Rp 40 ribu.

Menurutnya, kenaikan harga cabai tersebut kemungkinan karena pengaruh banyaknyabarang sembako terutama cabai dan bawang diimport. Selain itu, banyak juga tangkapan barang selundupan sehingga mengakibatkan harga menjadi naik. Tak hanya itu, Ia juga menilai naiknya harga pupuk juga berpengaruh dengan kenaikan harga komoditi tersebut.

“Mungkin karena naik harga pupuk. Tapi, baru-baru ini saya nonton TV banyak ditangkapi barang selundupan, mungkin itulah yang mengakibatkan harganya jadi naik,” ujarnya sembari melayani pembeli.

Ketikai ditanyai apakah kenaikan tersebut berpengaruh terhadap pennjualan, Butarbutar mengatakan itu sangat berpengaruh dan merugikan pedagang maupun pembeli. Pasalnya, dengan naiknya harga, penjualan berkurang hingga 50 persen dari hari biasanya.

“iya lah, yang sebelumnya saya dapat menjual cabai dan bawang ini hampir 20 kg per hari nya, namun kini paling hanya sekitaran 10 kg per hari atau kurang dari segitu," katanya sambil berpesan kepada hetanews agar berita ini dapat di terbitkan.