HETANEWS

Berkas Belum Selesai, Sidang Tuntutan Tuduhan Selingkuh Sintua HKBP Ditunda

Keempat terdakwa berurutan Ramot Simanullang (baju biru), Risma Manurung, Erika Magdalena Hutauruk dan Rismawati Simanullang dalam persidangan di PN Siantar (foto : Armeindo Sinaga)

Siantar, hetanews.com - Sidang lanjutan kasus tuduhan perselingkuhan yang dituduhkan kepada Jonta Simamora selaku Sintua di HKBP Pansuran Nauli Resort Bongbongan, dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurul Hidayah, akhirnya ditunda.

Sidang tuntutan ini ditunda oleh majelis hakim yang diketuai Pasti Tarigan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Senin (14/3/2016) sekira pukul 13.50 WIB, setelah jaksa belum menyelesaikan berkas tuntutan tersebut.

Padahal tampak keempat terdakwa sudah hadir sekitar 30 menit sebelum dimulai persidangan. Karena ditunda, tampak rasa kesal di raut wajah para terdakwa.

Adapun keempat terdakwa yakni terdakwa I, Ramot Simanullang (52) warga Jalan Sumber Jaya, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba. Terdakwa II, Risma Manurung (53), warga yang sama yang mana merupakan istri dari Ramot Simanullang.

Terdakwa III, Erika Magdalena Hutauruk (46), warga Jalan Medan Km 4,5 Simpang Kerang, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba dan terdakwa IV, Rismawati Simanullang (49) warga Jalan Sumber Jaya, Kelurahan Sumber Jaya.

Untuk menyelesaikan tuntutannya, jaksa meminta waktu satu minggu. Hakim memutuskan kalau sidang akan kembali dilanjutkan pada Senin (21/3/2016).

Dalam dakwaannya menyebutkan, kejadian bermula ketika keempat terdakwa datang menemui saksi Pendeta Hotman Panjaitan, Rabu (19/8/2015) sekira pukul 19.00 WIB di Komplek Gereja HKBP Resort Bongbongan Jalan Medan Km 6, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba. Kemudian, Hotman menanyakan perihal kedatangan mereka.

Ramot menjelaskan, maksud kedatangan mereka untuk memberitahukan bahwa ada desas - desus yang dibawa oleh Erika br Hutauruk dan Rismawati  br Simanullang tentang adanya perselingkuhan Jonta Simamora Debataraja dengan Riana br Panggabean yang merupakan istri dari pada Sintua Setia Hasoloan Siahaan.

Selanjutnya, Jumat (2108/2015) sekira pukul 21.00 WIB, Jonta Simamora diberitahu oleh istrinya tentang tuduhan ia berselingkuh dengan Riana Br Panggabean telah sampai kepada Pendeta Resort HKBP.

Pada 23 Agustus 2015 sekira pukul 13.00 WIB setelah ibadah, saksi korban menemui Dermawan br Pangaribuan selaku guru huria (jemaat) menanyakan perihal berita bahwa para terdakwa telah memberitahu kepada pendeta Hotman Panjaitan mengenai ia yang dituduh selingkuh dengan Riana.

Saat itu, saksi Marusaha Siagian bertanya kepada Ramot apa dasar mereka berangkat ke rumah Pendeta Resort. Terdakwa Ramot menjawab, ini karena mendengar desas desus yang terjadi, sehingga mereka secara bersama-sama berangkat ke rumah Pendeta Resort untuk melaporkan Jonta Simamora.

Mereka juga meminta agar Jonta tidak dipakai lagi sebagai majelis di gereja HKBP Pansuran Nauli Resort Bonbongan, dengan alasan berselingkuh. Akibat perbuatan para terdakwa, nama baik dan kehormatan saksi korban menjadi tercemar atau tercoreng di masyarakat. Dakwaan tersebut diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 310 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Penulis: ndo. Editor: aan.