Siantar, hetanews.com - Delapan orang ‘digaruk’ polisi dan petugas Trantib Pasar Horas, Sabtu sore (12/3/2016). Mereka terjaring dalam operasi razia preman di seputaran Pasar Horas.

Operasi pemberantasan premanisme dipimpin langsung Kapolsek Siantar Barat Iptu David Sinaga bersama Kepala Pos Polisi (Kapospol) Pasar Horas Aiptu Pitra Jaya.

"Razia digelar sesuai arahan Kapolresta Siantar AKBP Dodi Darjanto. Mereka yang terjaring terdiri dari enam orang pelajar dan dua pemuda. Satu diantaranya memiliki senjata tajam (sajam) jenis pisau," ujar Pitra.

Masing-masing pelajar, berinisial LP (17) dan MS (17), keduanya siswa SMK GKPI, JH (16) siswa SMK Negeri 2, DS (18) siswa SMA Melati, ACS (17) siswa SMK HKBPm serta PS (15) siswa SMK Mars, yang diketahui membawa sajam.

Sementara dua pemuda yang diamankan yakni, Peramli (19) kuli bangunan dan Nando Panjaitan (17) pekerjaan mocok-mocok. Kedelapannya kemudian dikirim ke Polsek Siantar Barat. "Mereka kami serahkan ke Polsek untuk diproses lebih lanjut," sebut Pitra.

Kepada hetanews, PS mengaku membawa sajam dari rumahnya di Jalan Medan. “Saya bawa dari rumah bang, gak ada buat apa-apa," terangnya.