HETANEWS

Di Siantar, Ada PSK Nyambi Pelajar agar Tarif Tinggi

Siantar, hetanews.com  – Kenakalan dunia remaja terutama di dunia pendidikan tidak hanya dilakukan kelompok pelajar laki-laki.

Ternyata pelajar perempuan pun memiliki kenakalan dalam hal yang berbeda dengan laki-laki. Tetapi kenakalan perempuan ini sangat miris bagi generasi kedepannya.

“Waktu masih di Dewan Pendidikan Siantar beberapa tahun lalu, kami pernah melakukan penyamaran untuk memastikan apakah memang ada di Siantar ini siswi yang sekalian bekerja sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Dan ternyata, kami mendapati bahwa hal tersebut memang ada,” ujar Natsir Armaya Siregar, pengamat pendidikan Siantar ketika ditemui Jumat (11/3/2016).

Setelah dalam penyamaran tersebut, mereka menemukan hal yang aneh. Hal yang aneh yaitu kalau PSK yang nyambi sebagai pelajar (siswi), bukan siswi yang nyambi sebagai PSK.

“Siswi yang kami dapati itu sudah berusia 21 tahun. Kan tidak logis kalau ia berumur segitu masih sebagai pelajar. Saya lupa dari sekolah mana dia itu, yang pasti dari luar kota Siantar asalnya yaitu dari Tebingtinggi,” kata Armaya.

Ditanya apa sebab umur segitu masih bersekolah, ia mengatakan agar tarif siswi tersebut tinggi. “Dijemput lah dari sekolah dan masih memakai seragam. Jadi itu salah satu faktornya bahwa ia masih pelajar dan menjadikan tarifnya tinggi. Biasanya yang membuat seorang pelajar memasuki dunia malam itu karena faktor ingin tampil mewah (hedonisme),” tuturnya.

Untuk itu, Armaya sedikit memberikan himbauan kepada sekolah untuk mengantisipasi ada anak didiknya yang bekerja sebagai PSK. “Untuk sekolah, harus ditelitilah kalau ada siswi pindahan apalagi dari luar kota yang usianya tidak cocok lagi sebagai pelajar. Basis siswi itu pindah juga harus diketahui,” himbaunya.

Kalau untuk sekarang ini saya kurang tau lah ya apakah di Siantar masih ada atau tidak siswi yang seperti itu. “Kalau isu ada, tapi secara jelasnya kurang tahu. Tetapi kalau ada pelajar yang nyambi sebagai pengantar (ojek) PSK, itu masih ada saat ini. Dan saya tau itu yang mana bekerja biasanya pada pukul 03.00 WIB dinihari dengan mendapatkan upah sekitar Rp 50 ribu per sekali ngantar,” tutup Armaya.

Penulis: ndo. Editor: aan.