Siantar, hetanews.com - Kawanan rampok sikat uang yang disimpan Benny Damanik (36) dalam jok sepeda motor. Tak tanggung, uang sebanyak Rp 150 juta yang baru saja diambil dari Bank BRI Jalan Merdeka, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar.

Naas dialami warga Jalan Anjangsana, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, ini diketahuinya saat hendak mengurus sesuatu ke kantor notaris Jalan Surabaya, Kecamatan Siantar Barat, Kamis (10/3/2016) sekira jam 14.00 WIB.

Hal tersebut membuat Benny tercengang dan segera mendatangi Polresta Siantar, Jalan Sudirman, Kecamatan Siantar Barat.

Kepada polisi, Benny bercerita, usai mencairkan uang itu, kemudian bergerak menuju ke kedai kopi di Jalan Kartini, Kecamatan Siantar Barat, dengan mengendarai Yamaha Mio J nomor polisi (nopol) BK 6244 TAN.

Di tempat itu, Benny mengaku singgah hanya sebentar. Usai menghisap dua batang rokok dan segelas kopi yang dipesannya, dia langsung pergi ke kantor notaris dimaksud.

"Usai ambil uang itu, saya pergi ke kedai kopi Vonna, Jalan Kartini. Dan posisi sepeda motor parkir berada didepan saya saat itu. Sekitar 15 menit, saya bayar minuman dan rokok, habis itu pergi ke kantor notaris," ungkap Benny kepada polisi, saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Hanya saja, saat memarkirkan sepeda motor berwarna putih itu dan hendak mengambil uang dibalut plastik asoy (kresek) yang tersimpan dalam jok sepeda motor telah raib.

"Sesampai di kantor notaris dan mau ngambil uang itu sudah gak ada lagi plastik (yang berisi uang). Di dalam jok ada uang dan tas sandang kecil ini. Namun hanya uang itu yang hilang," kata Benny langsung melaporkan ke Polresta Siantar pasca kehilangan uang.

Polisi yang mendengar pengakuan korban, langsung terjun ke kedai kopi tersebut guna melakukan olahTKP. Sejumlah warga yang berada di situ, tak satu pun mengetahui kejadian itu.

Kanit SPKT Aiptu Ardhan mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki kasus tersebut. Pengumpulan keterangan saksi-saksi dan korban, saat ini mereka selidiki.

“Korban sudah membuat pengaduan. Kasusnya kini ditangani Sat Reskrim guna mengungkap pelaku," kata Ardhan.