HETANEWS

Bupati Sergai: Berikan Inovasi dan Aspirasi Demi Kemajuan Pembangunan

Bupati Sergai Soekirman didampingi Asisten Ekbangsos Hadi Winarno, Kepala BKD Ifdal dan Camat Perbaungan Akmal Koto foto bersama dengan Koordinator OMS Hawari Hasibuan SH dan organisasi yang tergabung dalam Formasi-RB

Sergai, hetanews.com - Reformasi birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business process) dan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang keseluruhannya bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.          

Dengan sangat pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan lingkungan strategis, menuntut birokrasi pemerintah untuk direformasi dan disesuaikan dengan dinamika tuntutan masyarakat.         

Demikian dikemukakan oleh Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Soekirman dalam sambutannya sekaligus membuka acara sosialisasi standar pelayanan publik dan penanganan pengaduan masyarakat bagi Anggota Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di Cafe Sonia Desa Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan, Selasa (8/3/2016).          

Acara yang digagas oleh Forum Organisasi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Birokrasi (Formasi-RB) turut dihadiri oleh Asisten Ekbangsos Hadi Winarno, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Ifdal S.So, Camat Perbaungan Akmal Koto, Calon Kades, para Pendamping Desa, para guru serta organisasi yang tergabung dalam Formasi-RB yaitu Bitra Indonesia, SBSI’92, SPPN, PBI, Bestari, SAR FM, LBH Pos Sergai, RBM, LAPENRA, SPI, SP2S, Lingkar, BKAD, KWRI, HIMASDAT, IKBCS, SEHATI, APASU, SNSU dan SMC.

Soekirman menyampaikan, pelayanan publik menjadi sasaran utama reformasi birokrasi, karena faktanya adalah bahwa pelayanan publik di Indonesia masih jauh dari kata memuaskan. Menurutnya, tingginya kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang prima menjadi tugas besar bagi pemerintah untuk menyediakan layanan terbaik yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat.          

Lanjutnya, hampir 80 persen Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Sergai mempublikasikan standar pelayanan dan maklumat pelayanan di ruang-ruang publik yang dapat dilihat langsung oleh masyarakat. Perbaikan sarana dan prasarana pelayanan seperti ruang tunggu, loket pelayanan, kotak pengaduan dan kotak kepuasan masyarakat, toilet dan prasarana pendukung lainnya terus digenjot agar di tahun 2016 ini seluruh atribut pelayanan publik telah disiapkan oleh seluruh SKPD di jajaran Pemkab Sergai.

Untuk itu Soekirman mengharapkan kritik maupun saran dari rekan-rekan pimpinan maupun anggota OMS yang bersifat membangun di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat, sehingga dapat menyempurnakan perbaikan layanan publik menuju pelayanan  prima sekaligus  memberikan kepuasan bagi masyarakat. “Berikanlah inovasi dan aspirasi demi memajukan pembangunan daerah,” pungkas Soekirman.        

Koordinator OMS Hawari Hasibuan mengatakan, bahwa program ini merupakan program kerjasama antara Pemkab Sergai dengan Formasi-RB  yang mengutamakan memberikan pelayanan prima, karena mendapatkan pelayanan yang baik adalah hak bagi setiap masyarakat. Oleh karenanya lembaga masyarakat maupun oraganisasi harus bisa memberikan kritik yang bersifat membangun. Hal ini tentunya demi kemajuan daerah.

“Kabupaten Sergai menempati urutan ketiga yang mengadakan acara sosialisasi seperti ini, setelah sebelumnya terlebih dahulu diadakan di daerah Banyuwangi dan Makassar,” kata Hawari.

Penulis: steven. Editor: aan.