HETANEWS.COM

Perempuan Pencopet Ngaku Disiksa dan Barang Pribadinya Diambil Polisi

Wagini saat menjalani persidangan (foto : Armeindo Sinaga)

Siantar, hetanews.com - Terdakwa Upin alias Wagini, warga Pasar Lima, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan yang kedapatan mencopet sebuah dompet berwarna merah muda di Pajak (Pasar) Horas, Kecamatan Siantar Barat memberikan kesaksian mencengangkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Selasa (8/3/2016) yang dipimpin hakim Ledis Bakkara dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rahmah Sinaga.

Terdakwa yang mencopet dompet milik Suwarti br Simanjuntak (51), warga Jalan Saribu Dolok Huta Gurgur, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun yang berisi uang sebesar Rp 291 ribu serta kalung emas seharga 3 juta dan surat-suratnya ini mengaku disiksa, bahkan barang-barang pribadinya diambil oleh oknum polisi ketika di penyidikan.

"Anak saya lima orang majelis hakim, yang paling kecil berumur 5 tahun. Dilibas (disikat) polisi saya. Diambil juga uang saya Rp 430 ribu hasil penjualan delapan botol madu.  Polisi juga mengambil kerabu (anting) sama handphone (HP) saya," ujar Wagini seraya menangis ketika ditanyai hakim maupun jaksa.

Tetapi di dalam fakta persidangan tersebut, terdakwa tidak memberikan keterangan di kantor polisi mana ataupun siapa nama oknum polisi yang mengambil barang-barang pribadinya tersebut. Terdakwa sempat dibawa dan diperiksa ke Pos Polisi Pasar Horas, kemudian ke Polsek Siantar Barat.

"Tidak ada lagi buktinya saya dilibas pak, tapi ada saksi-saksi yang ngobatin saya saat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Nyesal saya pak dan silap mengambil dompet. Anak-anak saya sekarang dijaga neneknya di Kisaran, Kabupaten Asahan," ujarnya dan mengaku suaminya bekerja sebagai buruh bangunan, seraya meminta keringanan hukuman.

Setelah diskors 1 jam, jaksa langsung membacakan tuntutannya dengan menuntut terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama 5 bulan dengan pasal 362 KUHPidana. Adapun hal memperberat yang menjadi pertimbangan hakim, kalau perbuatan terdakwa sudah membuat kerugian terhadap korban.

Sedangkan hal yang memperingan yaitu kalau terdakwa memiliki anak yang masih kecil, mengakui dan menyesali perbuatannya serta belum pernah dihukum

Penulis: ndo. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan