Sergai, hetanews.com - Dalam melayani masyarakat, fenomena yang berkembang saat ini pada umumnya tuntutan terhadap sikap dan prilaku para pemberi pelayanan, sehinggaharus meningkatkan kualitas kerja secara profesional serta ramah, santun dan bersifat mengayomi.

Untuk itu peran Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai mitra dalam mensukseskan program pelayanan kesehatan masyarakat sangat vital dan penting.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Serdang Bedagai (Wabup Sergai) Darma Wijaya saat menghadiri acara pelantikan pengurus IDI Kabupaten Sergai periode 2016-2019, bertempat di Aula Sultan Serdang kompleks Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Sabtu (5/3).

Turut hadir pada acara tersebut Kadis Kesehatan Zaniyar, Dirut RS Sultan Sulaiman Helminur Iskandar Sinaga , pengurus IDI Wilayah Sumut diwakili oleh Wakil Ketua Umum I Edy Ardiansyah dan Ketua Bidang Organisasi Amiruddin. Sementara narasumber dari Badan Pengembangan Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (BP2KB) IDI Cabang Medan PAmri Amir, Forensik, Ery Suhaimi, serta pengurus IDI Sergai periode 2016-2019 yang akan dilantik.

Darma Wijaya mengatakan, bahwa sejalan dengan visi yang akan diemban yaitu unggul, inovasi, bertanggung jawab dan berkelanjutan serta dengan dimulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), para dokter harus mampu bersaing dalam memberikan pelayanan terbaiknya, sehingga masyarakat percaya dengan kemampuan tenaga dokter di Indonesia khususnya di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat ini.

“Selamat kepada pengurus IDI yang baru dilantik dan berharap dapat bekerja lebih profesional dengan mengedepankan kode etik. Disamping itu juga, agar para dokter disenangi masyarakat dengan memberikan pembinaan, meningkatkan disiplin kerja dan pengabdian masyarakat melalui kegiatan-kegiatan sosial dan penyuluhan dalam rangka meningkatkan derajat kesehataan masyarakat yang setinggi-tingginya,” sebut Darma Wijaya.

Edy Ardiansyah usai melantik kepengurusan IDI Sergai, menyampaikan pesan agar dapat menjalankan tugas yang diamanatkan dengan baik serta cepat menyesuaikan dengan tugas-tugas baru, sehingga menjadi wadah dalam mengakomodir kepentingan anggota.

“Dan dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga kesehatan hendaklah menjunjung tinggi sumpah dan kode etik kedokteran, sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tanpa melihat status sosial,” tegas Edy.

Sebelumnya ketua panitia pelaksana, Lutfi Indra Jaya Sebayang melaporkan bahwa pelantikan ini dirangkai dengan symposium yang bertema “Peningkatan Mutu dan Peran Dokter Dalam Pemahaman Re-Sertifikasi dan Registrasi P2KB.

Menurutnya, ini bertujuan untuk mendorong peningkatan profesionalisme setiap dokter praktik, dengan pemenuhan angka kredit minimal atau Satuan Kredit Profesi (SKP) yang diperoleh jika dokter tersebut telah secara aktif melakukan kegiatan keprofesionalannya dan terdokumentasi dengan benar.